**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menekankan bahwa akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan anggaran negara merupakan aspek fundamental bagi sebuah demokrasi yang sehat. Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta, ia menyatakan bahwa pilar demokrasi tidak dapat berdiri kokoh tanpa adanya transparansi dan akuntabilitas pada kekuasaan yang diemban.
Sri Mulyani mengungkapkan, salah satu bentuk implementasi prinsip tersebut adalah dengan masyarakat dapat mengakses dan memahami Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini bukan hanya sekedar mempublikasikan APBN dan melaporkan penggunaannya, tetapi juga mencakup upaya untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang proses pembuatan dan penggunaan APBN.
Meskipun ada lembaga audit pemerintahan seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ia berpendapat bahwa masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam memahami APBN agar dapat melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana publik. "Demokrasi yang sehat adalah saat masyarakat tahu bagaimana negara dikelola, sumber daya apa yang digunakan, dan bagaimana alokasi serta akuntabilitasnya berjalan," ujar Sri Mulyani.
Ia juga mengakui bahwa pengedukasian masyarakat terkait APBN bukanlah hal yang instan dan memerlukan waktu serta upaya yang signifikan. Pengimplementasian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang telah berjalan selama dua dekade masih dianggap relatif baru, dan bahkan pegawai di Kementerian Keuangan pun terkadang menemui kesulitan dalam memahami maknanya.
"Jika pegawai Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab terhadap undang-undang ini saja masih memerlukan usaha untuk memahami, apalagi masyarakat umum dan pemangku kepentingan di luar lembaga ini," tambahnya.
Sri Mulyani juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat APBN serta Kompetisi Video Mengajar APBN. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat mengenai proses penyusunan serta pengelolaan anggaran negara.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para siswa, guru, dan kepala sekolah yang berpartisipasi dalam ajang tersebut, karena telah menunjukkan komitmen mereka dalam mempelajari APBN. "Kami akan terus menggunakan kesempatan ini untuk melakukan edukasi dengan cara yang lebih kreatif. Ini merupakan investasi yang berharga, karena akan melahirkan generasi muda yang semakin berpengetahuan dan memahami pengelolaan negara," ungkap Sri Mulyani.
Dalam Lomba Cerdas Cermat APBN 2024, lebih dari 4.500 tim dari seluruh penjuru Indonesia ikut serta, dengan MAN Insan Cendekia Kota Batam meraih juara pertama. Disusul oleh MAN 1 Rembang Purbalingga, SMAN 1 Tabanan, dan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Sementara itu, dalam Kompetisi Video Mengajar APBN untuk kategori Guru SMP, Wien Aufa dari MTsN 6 Aceh Tengah berhasil meraih posisi puncak, diikuti oleh Dahlia Muhammad dari SMPN 1 Manokwari, Dini Febriana dari SMPN 2 Amlapura, serta Ika Sunami dari SMPN 23 Kota Pontianak.
ANTARA
Akuntabilitas dan Transparansi Anggaran Kunci Demokrasi Sehat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







