JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengungkapkan bahwa peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan sangat bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berupaya maksimal dalam menggali potensi sumber pendapatan yang baru. Ramses menjelaskan bahwa sejak penerapan Daerah Otonomi Baru (DOB), anggaran untuk Provinsi Papua mengalami rasionalisasi. Oleh karena itu, pencarian sumber pertumbuhan ekonomi baru menjadi langkah yang sangat diperlukan. Ia optimis bahwa peluang untuk menaikkan TPP akan terwujud jika kinerja pemerintah daerah baik dan PAD juga meningkat. Lebih lanjut, Ramses menegaskan bahwa penambahan atau bahkan penurunan TPP akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Ia mengungkapkan perbandingan dengan kementerian lain, di mana Kementerian Dalam Negeri dapat membayarkan TPP hingga 80 persen, sementara Kementerian Keuangan mencapainya hingga 100 persen. Namun, untuk Provinsi Papua, semuanya harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari sumber pendapatan baru, mengingat kekayaan alam yang melimpah di wilayah Bumi Cenderawasih. Ramses juga mencatat bahwa alokasi pembiayaan untuk TPP dan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu tahun telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025. Selanjutnya, APBD Provinsi Papua untuk anggaran 2025 diperkirakan mencapai Rp 2,701 triliun, dengan rincian anggaran pendapatan sebesar Rp 2,505 triliun dan anggaran belanja sebesar Rp 2,701 triliun. ANTARA