**Borneonews - Kutai Kartanegara**, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur telah meluncurkan inisiatif untuk mendukung para petani di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan memberikan bantuan pupuk dan bibit kakao. Program ini bertujuan untuk melakukan ekstensifikasi atau memperluas lahan perkebunan kakao seluas 15 hektare di kawasan Kaltim.
Pada hari Selasa, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, kepada kelompok tani yang berasal dari Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu.
Rizal menjelaskan bahwa program perluasan kebun kakao ini dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat. Total bantuan yang diserahkan terdiri dari 15 ribu bibit kakao, 1,5 ton pupuk, dan 75 liter herbisida.
Pentingnya biji kakao tidak bisa dipandang sebelah mata, karena merupakan salah satu komoditas pertanian yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian negara, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi para petani. Oleh sebab itu, pihak Dinas Perkebunan terus berupaya untuk mendorong pengembangan usaha pertanian kakao di daerah tersebut. Berbagai bentuk pendampingan, penyuluhan, dan bantuan alat pertanian diberikan untuk meningkatkan hasil pertanian.
Rizal berharap bahwa inisiatif ini dapat meningkatkan nilai tambah produk kakao, serta memberikan dampak positif bagi pendapatan dan kesejahteraan para petani kakao di Desa Sungai Payang. Lebih jauh, ia menekankan bahwa program ini tidak hanya membantu para petani, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah secara keseluruhan.
ANTARA
Dinas Perkebunan Kaltim Berikan Bantuan Pupuk dan Bibit Kakao
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







