TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengintensifkan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan dan *bullying* terhadap anak di wilayah Kalimantan Utara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak. Analis Data dan Informasi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kaltara, Budiman S, mengungkapkan bahwa salah satu metode yang diterapkan adalah melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (*KIE*) yang memanfaatkan media sosial. Dalam rangka memperkuat inisiatif ini, DP3AP2KB Kaltara juga telah melaksanakan pelatihan bagi Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (*PATBM*) serta sosialisasi tentang *bullying* di tingkat sekolah menengah atas. Pelatihan ini telah dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Tarakan dan akan dilanjutkan di berbagai sekolah, termasuk di Pulau Bunyu yang terletak di Kabupaten Bulungan. Budiman menekankan pentingnya pelatihan bagi aktivis sebagai salah satu cara untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Mereka yang dilatih diharapkan dapat melakukan sosialisasi mengenai isu kekerasan seksual dan *bullying*, sehingga informasi tersebut dapat disebarluaskan ke masyarakat. Ke depan, terdapat rencana untuk melaksanakan dua kegiatan tambahan yang berfokus pada penguatan dan bimbingan bagi aktivis *PATBM* di Malinau dan Nunukan, yang saat ini masih menunggu kepastian anggaran. Terkait dengan penanganan kasus kekerasan terhadap anak, DP3AP2KB Kaltara mengoperasikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Di unit ini, proses penanganan mulai dari penerimaan aduan hingga pendampingan dan pengelolaan kasus dilakukan secara profesional dan efisien. Selain itu, DP3AP2KB Kaltara juga berkomitmen untuk mendorong setiap kabupaten dan kota agar dapat menjadi area yang layak untuk anak. Budiman menegaskan bahwa jika seluruh kabupaten dan kota berhasil mencapai status layak anak, maka hal ini akan berkontribusi positif dalam mengangkat citra provinsi Kalimantan Utara sebagai daerah yang ramah anak. ANTARA