**Borneonews - Jakarta**, Analis Utama Politik Keamanan dari Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Reine Prihandoko, mengemukakan bahwa sosok dari kalangan sipil lebih pantas untuk memimpin Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI). Menurutnya, dalam rangka mencapai keseimbangan antara kebijakan militer dan kondisi aktual bangsa, penting untuk melibatkan pemikiran dari kalangan sipil. Ini akan membantu dalam memenuhi kebutuhan di masa depan.
Reine menegaskan bahwa jika di dalam struktur militer, seperti di Markas Besar Angkatan, sudah ada perwakilan dari militer, maka posisi Menteri Pertahanan seharusnya diisi oleh seorang sipil. Dia menyampaikan pandangannya kepada media di Jakarta pada hari Selasa. Sebagai seorang akademisi, ia percaya bahwa kebijakan serta pengelolaan organisasi militer, khususnya TNI, akan lebih baik bila diimbangi oleh kontrol dari pihak sipil.
Namun, dia menggarisbawahi bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan mengisi jabatan Menteri Pertahanan tetap berada di tangan presiden. Di sisi lain, presiden tentunya memiliki sejumlah pertimbangan dalam pemilihan sosok yang tepat untuk peran tersebut. "Saya melihatnya dari perspektif ideal seorang akademisi," ujarnya, menunjukkan bahwa analisisnya bersifat objektif meskipun ada dinamika politik yang harus diperhatikan.
Lebih lanjut, Reine berpendapat bahwa perspektif sipil sangat penting untuk membantu modernisasi TNI agar lebih adaptif dan kuat di masa mendatang. Dalam konteks negara yang tidak berada dalam keadaan perang, diperlukan pemahaman yang lebih luas serta nilai-nilai alternatif yang dapat mendorong fungsi militer dalam mendukung pemerintah melalui program-program yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Tantangan struktural di bidang pertahanan juga menjadi perhatian utama dalam upaya transformasi sektor tersebut. Oleh karena itu, pandangan dari kalangan sipil atau yang berada di luar lingkaran militer sangat diperlukan untuk memperkuat sistem pertahanan di masa yang akan datang.
Reine percaya bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan mampu memilih individu yang tepat untuk menempati posisi strategis di Kemenhan. Dia optimis bahwa proses pemilihan tersebut akan didasarkan pada sistem meritokrasi, di mana kesempatan untuk memimpin diberikan berdasarkan kompetensi dan prestasi yang dimiliki.
Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Kementerian Pertahanan RI telah dipimpin oleh banyak tokoh yang berlatarkan sipil, termasuk di antaranya Ali Sastroamidjojo, Mahfud MD, Juwono Sudarsono, dan Purnomo Yusgiantoro. Terakhir, Purnomo Yusgiantoro adalah Menteri Pertahanan yang berasal dari latar belakang sipil dan menjabat pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) antara tahun 2009 dan 2014.
Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) sendiri merupakan lembaga penelitian yang berupaya untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik kebijakan pemerintah. Lembaga ini berkomitmen untuk mendukung para pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi Indonesia menuju pencapaian status negara maju pada tahun 2045.
ANTARA
Sipil Ideal Pimpin Kemenhan, Pentingnya Transformasi TNI ke Depan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







