PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Sebanyak 700 karya dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lahat, yang terletak di Sumatera Selatan, telah didokumentasikan dalam bentuk sebuah buku yang berjudul *Bait Literasi*. Peluncuran buku ini menjadi sebuah momen inspiratif yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para warga binaan lainnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan, Ilham Djaya, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang diambil oleh Lapas Kelas II A Lahat. Ia menjelaskan bahwa peluncuran buku ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Kepala Lapas, Imam Purwanto, dalam upaya melaksanakan program pembinaan yang bertujuan agar para WBP tetap produktif dan kreatif selama menjalani masa hukuman mereka. Buku yang telah terdaftar hak ciptanya di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham ini, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para warga binaan lainnya untuk terus bersemangat dalam menjalani proses pembinaan, meskipun terkendala oleh situasi penjara. Buku *Bait Literasi* ini menyajikan beragam jenis karya yang mencerminkan kemampuan kreatif para WBP, termasuk pantun, cerpen, serta puisi, dan dilengkapi dengan kamus bahasa daerah dari Kabupaten Lahat. Karya-karya tersebut dikompilasi menjadi buku setebal 339 halaman, yang dinilai sangat menarik dan layak untuk dibaca. Ilham Djaya merekomendasikan dua puisi yang dirasa sangat mengena, yaitu berjudul *Di Balik Dinding Kerinduan* dan *Miracle In Cell Bersama Surah Yasin*. Menurutnya, puisi-puisi tersebut mampu menyentuh hati dan menggerakkan perasaan. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kreativitas para WBP, Kemenkumham Sumsel telah menjalin kerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Lahat. Kolaborasi ini menghasilkan program perpustakaan keliling yang hadir di Lapas tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses literasi yang lebih luas bagi warga binaan, dengan cara yang menyenangkan serta edukatif. Melalui mobil perpustakaan keliling ini, pihaknya berharap dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi warga binaan dalam menikmati kegiatan membaca. Diharapkan dengan peningkatan minat baca, WBP dapat mengembangkan kreativitas mereka dan menghasilkan karya-karya terbaik yang selanjutnya bisa memperkaya khazanah literasi di dalam lembaga pemasyarakatan. ANTARA