SURABAYA –
**Borneonews - Tulungagung**, Ratusan siswa dari SMAN 1 Kedungwaru telah mengadakan sebuah kegiatan istighatsah dan doa bersama bagi para korban kecelakaan yang melibatkan bus rombongan guru dan pegawai mereka di jalan tol Krian yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur. Acara ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada mereka yang terdampak. Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Kedungwaru, Eko Budi, menyampaikan harapan bahwa melalui doa bersama ini, seluruh korban yang meninggal dunia akan mendapatkan pengampunan atas dosanya. Selain itu, bagi mereka yang mengalami luka, dia berharap agar segera diberikan kesembuhan. “Kami mengajak siswa untuk berkumpul dan berdoa bersama demi keluarga besar SMAN 1 Kedungwaru yang terkena musibah ini,” tuturnya. Dikatakan oleh Eko, rombongan yang terdiri dari enam bus berangkat menuju Gresik. Di antara jumlah tersebut, satu bus merupakan rombongan guru, sementara lima bus lainnya membawa siswa dengan satu guru yang mendampingi setiap bus. Rombongan bus berencana untuk berkumpul di area istirahat tol Krian sebelum melanjutkan perjalanan bersama menuju Surabaya. Namun, rencana itu batal setelah terjadinya kecelakaan, dan semua bus pun segera kembali ke Tulungagung. Mengenai penanganan para korban, Eko menjelaskan bahwa para korban awalnya dirawat di RS Petrokimia Gresik, tetapi sejak semalam mereka dipindahkan ke RSUD dr. Iskak di Tulungagung. Kecelakaan yang melibatkan bus pengantar guru SMAN 1 Kedungwaru terjadi pada hari Senin, 7 Oktober, di area istirahat Krian-Surabaya pada jalan tol KM 725 Krian. Bus tersebut seharusnya membawa rombongan guru untuk menyaksikan pertandingan tim bola basket SMAN 1 Kedungwaru melawan tim dari SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, di Surabaya. Dalam insiden tersebut, satu orang guru dilaporkan meninggal dunia. Kecelakaan terjadi ketika bus menabrak tembok pembatas jalan di area istirahat, meng?akakannya terguling. Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Imet Chaerudin, mengonfirmasi bahwa sejauh ini, informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa satu guru meninggal akibat kecelakaan tersebut. Ia menambahkan bahwa kecelakaan diduga disebabkan oleh kerusakan pada sistem rem bus. Ia menjelaskan bahwa saat bus bermanuver masuk ke area istirahat di KM 725 Jalur A, bus gagal melakukan perlambatan atau pengereman, dan akhirnya menabrak beton pembatas jalan yang berada di area istirahat. Kekuatan benturan yang terjadi membuat bus berwarna kuning itu terguling. “Diduga bus mengalami rem blong pada saat memasuki rest area KM 725 Jalur A arah Surabaya, sehingga menabrak guardrail dan kemudian terguling,” jelasnya. ANTARA