**Borneonews - Jakarta**, Kepala Bagian Umum Museum dan Cagar Budaya, atau Indonesian Heritage Agency (IHA), Brahmantara, menekankan pentingnya peran museum sebagai ruang diskusi bagi generasi muda. Hal ini menjadi bagian dari implementasi program *Merdeka Belajar*, yang bertujuan menjadikan museum sebagai tempat untuk membahas isu-isu terkini yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut Brahmantara, melalui berbagai kegiatan yang diadakan di museum, pemuda diharapkan dapat lebih peka terhadap isu-isu sosial. Mereka dapat berkumpul dan mendiskusikan berbagai topik yang aktual. Dengan demikian, museum berperan sebagai satu ruang diskusi yang mampu membangkitkan minat belajar di kalangan generasi muda, selaras dengan semangat *Merdeka Belajar*.
Ia juga mengungkapkan, salah satu program yang dijalankan oleh Museum dan Cagar Budaya adalah konsep reimajinasi. Program ini dirancang untuk menjadikan museum sebagai ruang publik yang berfungsi mengatasi masalah yang dihadapi generasi muda, terutama yang berfokus pada penggunaan media sosial.
Brahmantara mengkritisi fenomena di mana generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu untuk *scroll-scroll* di media sosial, yang mengakibatkan minimnya ruang bagi mereka untuk berdiskusi secara konstruktif. Ia mencatat bahwa ruang untuk berdiskusi di sekolah pun sering kali tidak optimal, sehingga museum diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa museum berperan penting dalam memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa. Hal ini bisa membantu generasi muda untuk terhindar dari pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh media sosial. Dengan mengenal lebih dalam budaya, generasi muda diharapkan dapat mengembangkan pemikiran kritis dan memilih dengan bijak dalam menghadapi berbagai informasi yang tersedia.
Indonesian Heritage Agency (IHA) tengah menjalankan program revitalisasi museum dengan menghadirkan transformasi konseptual. Proyek ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu *reprogramming*, *redesigning*, dan *reinvigorating*.
*Reprogramming* bertujuan untuk memperbarui dan mengembangkan program-program museum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ini dilakukan dengan menciptakan inovasi yang menarik bagi generasi muda dan memastikan bahwa warisan budaya terus hidup dan berkembang.
Pilar *redesigning* berfokus pada pendesainan ulang cara dalam merawat dan menyajikan budaya. Pendekatan modern dan interaktif diterapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam kepada setiap pengunjung.
Sementara itu, *reinvigorating* menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat dalam pelestarian budaya. Ini mendorong partisipasi aktif masyarakat, termasuk seniman dan komunitas, dalam menjaga dan merawat warisan budaya Indonesia.
Saat ini, Indonesian Heritage Agency (IHA) mengelola 18 museum serta 34 cagar budaya di seluruh Indonesia. Salah satu museum yang akan segera dibuka kembali adalah Museum Nasional, yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2024, setelah ditutup akibat kebakaran tahun lalu.
ANTARA
Museum Sebagai Ruang Diskusi Untuk Generasi Muda dalam Merdeka Belajar
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







