**Borneonews - Kediri**, Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri menginformasikan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Kota dan Kabupaten Kediri di Jawa Timur sedang memasuki fase peralihan menjelang awal musim hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri, Lukman Soleh, menjelaskan bahwa diperkirakan awal penghujan akan dimulai pada bulan Oktober hingga November 2024. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat dan instansi terkait dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, mengingat curah hujan yang tinggi dapat memicu berbagai konsekuensi di berbagai sektor.
Antisipasi diperlukan, karena musim hujan sering kali diiringi dengan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, ungkapnya dalam acara sosialisasi terkait musim hujan 2024/2025 dan potensi megathrust di wilayah Kediri, yang berlangsung di Gedung SO1 Bandar Udara Dhoho Kediri.
Selain aspek bencana, Lukman juga menyoroti dampak yang dapat ditimbulkan oleh peralihan musim ini terhadap sektor pertanian dan kesehatan. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat penting untuk meminimalkan risiko serta dampak negatif yang mungkin terjadi.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari pemerintah daerah, sehingga informasi dan pengalaman dapat saling dibagikan. Lukman menegaskan bahwa pertemuan ini berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi mengenai persiapan menghadapi musim hujan dan dampak yang mungkin timbul.
BMKG berkomitmen untuk meningkatkan sistem mitigasi risiko dan memberikan edukasi kepada masyarakat, yang merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga keselamatan publik, tambahnya.
Kerja sama dengan Stasiun Geofisika Pasuruan juga diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam untuk mengurangi risiko bencana. Lukman mengajak semua pihak untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut memiliki manfaat yang besar. Menurutnya, agenda ini menjadi prioritas baik dari sisi strategi daerah maupun nasional, terutama terkait dengan perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana.
"Dari hasil sosialisasi ini, banyak informasi penting yang dibagikan. Ke depannya, perlu ada tindak lanjut berupa rencana aksi untuk menghadapi peningkatan curah hujan yang dapat berdampak pada kesehatan serta hasil pertanian, ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa puncak curah hujan di Kota Kediri diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2025. Chevy mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tetap berhati-hati dalam beraktivitas.
Musim hujan sering membawa berbagai masalah kesehatan seperti demam berdarah dan diare yang perlu diwaspadai. Selain itu, infrastruktur juga mungkin terganggu, jadi penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan keselamatan saat beraktivitas, tambahnya.
Acara ini juga dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri, pemangku kebijakan dari Bandar Udara Dhoho, serta perwakilan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan tamu undangan lainnya.
ANTARA
Kediri Siap Hadapi Musim Hujan, Antisipasi Bencana Diperlukan
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







