**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, mengungkapkan bahwa penerapan berbagai teknologi mutakhir memiliki potensi untuk memangkas waktu serta biaya yang dibutuhkan dalam proses kepabeanan dan cukai di Indonesia.
Dalam penjelasannya, Djiwandono menyebutkan sejumlah teknologi yang dapat dimanfaatkan, termasuk *big data*, *data analysis*, serta *blockchain*. Selain itu, kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) dan teknologi biometrik juga diidentifikasi sebagai alat yang efektif untuk meningkatkan efisiensi sistem.
Dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tersebut, proses kepabeanan dan cukai diharapkan menjadi lebih cepat dan lebih ekonomis. Hal ini tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi para pelaku industri, tetapi juga mempercepat perputaran barang dan jasa di pasar.
Integrasi teknologi dalam administrasi perpajakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan publik, khususnya di bidang perdagangan internasional. Ke depan, diharapkan penggunaan teknologi akan semakin meluas, sehingga menciptakan sistem yang lebih transparan dan efektif dalam pengelolaan perdagangan dan kepabeanan.
ANTARA
Teknologi Canggih Tingkatkan Efisiensi Kepabeanan dan Cukai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







