JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi baru-baru ini meluncurkan sebuah buku yang berjudul "BKS dari Underdog Jadi Menteri". Acara ini diadakan menjelang akhir masa jabatannya di Kabinet Indonesia Maju. Pada kesempatan peluncuran buku yang berlangsung di Jakarta, Menhub Budi Karya mengungkapkan bahwa ia tidak merasa dirinya terlalu cerdas. Namun, ia memiliki semangat juang yang tinggi dan selalu berusaha untuk belajar dari orang-orang yang lebih pintar. Dalam diskusi tersebut, ia menyatakan, "Saya tidak terlalu pintar, tetapi saya memiliki daya juang. Oleh karena itu, saya belajar dari orang-orang yang cerdas dan ikut bergabung dengan mereka." Dalam buku ini, Budi Karya menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil hingga ia berhasil menduduki jabatan penting sebagai Menteri Perhubungan. Ia menggambarkan betapa penuh tantangan jalannya untuk mencapai kesuksesan selama ini. Proses penulisan buku ini terdorong oleh dukungan keluarganya, terutama dari sang istri, Endang Budi Karya. Istrinya mendorongnya untuk menuliskan kisah hidupnya agar bisa menjadi inspirasi, terutama bagi anak-anak mereka. Ia menceritakan, “Sebenarnya saya tidak ingin menulis tentang diri saya. Selama bertahun-tahun, saya telah membuat buku foto. Tahun ini, istri saya berkata, ‘Mas, coba tulis buku, mungkin ini berguna bagi anak kita.’” Budi Karya menegaskan bahwa buku ini merangkum berbagai fase kehidupannya, mulai dari masa kecil hingga pengalaman kerjanya sebagai Menteri Perhubungan. Ia menjelaskan bahwa bukunya tidak dimaksudkan untuk memberikan kesan yang berlebihan, melainkan untuk menceritakan kisahnya secara jujur dan apa adanya. Tujuan utama dari penulisannya adalah untuk menekankan pentingnya memaknai setiap tahapan dalam perjalanan hidup. "Di dalam buku ini, saya menjelaskan semuanya dengan apa adanya, dari masa kecil, remaja, hingga ketika saya berkarir," ucap Budi Karya. Ia berpendapat bahwa semangat dan ketekunan adalah dua hal yang sangat penting dalam meraih kesuksesan, terlepas dari tantangan yang dihadapi. Menhub juga mencurahkan pengalaman pribadinya saat melewati masa-masa sulit, termasuk tantangan yang dihadapi selama pandemi COVID-19. Ia menegaskan bahwa semangat juang adalah hal yang membuatnya terus melangkah meskipun dalam keadaan sulit. Dalam pandangannya, kolaborasi antara pengalaman hidup dan semangat merupakan kekuatan penting bagi siapa saja yang ingin mencapai kesuksesan. Menhub mengharapkan bahwa buku ini mampu memberikan inspirasi bagi pegawai di Kementerian Perhubungan untuk tidak pernah menyerah dan terus bekerja keras dalam menghadapi setiap tantangan. Ia juga berharap bahwa buku ini bisa memberikan manfaat bagi keluarganya, khususnya anak-anaknya, yang diharapkannya akan menemukan pelajaran berharga dari kisah hidup yang dituliskannya. Lebih jauh, ia berharap agar masyarakat luas, tidak hanya kalangan internal Kementerian Perhubungan, dapat membaca buku ini. "Saya yakin kisah hidup ini dapat memberikan pelajaran berharga mengenai arti perjuangan dan semangat," tambah Menhub. Ia menekankan pesan sederhana dari bukunya, yaitu setiap individu memiliki pilihan dalam hidup. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai setiap pengalaman dan mengembangkannya menjadi semangat yang memberikan manfaat bagi orang lain. Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Teten Masduki sebagai Menteri Koperasi dan UKM, serta Basuki Hadimuljono yang menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu, hadir pula Muhammad Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, beserta tamu undangan lainnya. ANTARA