BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebakaran di PasarBbesar Kota Palangka Raya memang mendapat simpati dari pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya. Walikota maupun wakilnya silih berganti datang ke lokasi kebakaran. Namun pemkot menyebut sulit untuk membantu warga yang kesusahan tersebut sesuai yang diminta.


Seperti diketahui, pedagang yang menjadi korban amukan api yang menghanguskan ratusan kios, berharap pemerintah membantu dua hal. Membantu secara bantuan permodalan agar bisa kembali bangkit dan berdagang kembali, dan membantu mengirimkan alat berat untuk mengangkat puing sisa kebakaran.


“Kalau permintaan agar kita membantu mendatangkan alat berat ke sana, itu sulit dilakukan. Kesulitannya adalah kendala akses jalan masuknya, sehingga alat berat tidak bisa ke titik lokasi,” ujar Wakil Walikta Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Selasa (23/8/2016).


Sementara untuk bantuan keuangan kepada korban kebakaran, Mofit menjelaskan pihaknya juga terkendala ketentuan. Ada aturan dalam peraturan walikota (Perwali) Kota Palangka Raya, bantuan keuangan sebab kebakaran hanya bisa diberikan untuk rumah atau perumahan, tidak ada mengatur untuk kebakaran pasar, apalagi pasar milik swasta.


“Perwali mengatur tentang bantuan pemkot untuk korban kebakaran di rumah atau permukiman. Nah, yang terjadi ini adalah di pasar. Kendala kita disana. Karena itu kita masih belum bisa memberikannya,” sebut dia.


Kebakaran besar melanda Pasar Baru A, Kompleks Pasar Besar Palangka Raya pada Selasa (16/8/2016), membuat prihatin semua pihak. Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya hingga Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) datang meninjau dan mengungkap keprihatinannya. Gubenur menilai pembersihan sisa puing kebakaran adalah hal utama dilakukan. Kemudian dipikirkan bagaimana membangun kembali blok pasar tersebut. (ROZIKIN/m)