**Borneonews - Mamuju**, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan pentingnya bagi para pejabat dan keluarganya di Provinsi Sulawesi Barat untuk tidak berperilaku hidup mewah. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, dalam sebuah acara sosialisasi yang digelar di Mamuju.
Dalam acara tersebut, Sudjadi menyampaikan kepada para istri pejabat bahwa gaya hidup yang mewah berpotensi menjadi pemicu tindak pidana korupsi. Ia menekankan bahwa sikap tersebut harus dihindari agar tidak menambah masalah korupsi di wilayah ini. Sosialisasi ini bertajuk "Peran Perempuan Dalam Membangun Nilai-nilai Integritas Melawan Korupsi" dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda Sulbar, Dharma Wanita, PKK, Fatayat NU, Yayasan Karampuang, serta Nasyatul Aisyiyah.
Sudjadi menekankan bahwa perempuan di Sulbar memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran akan pemberantasan korupsi. Ia mencatat bahwa isu korupsi telah menyentuh banyak sektor, dan keterlibatan perempuan diharapkan dapat memperbaiki situasi yang ada. Menurutnya, banyak kasus korupsi terjadi karena melibatkan anggota keluarga, termasuk perempuan yang berperilaku hidup glamor dan mewah.
Ia mendorong perempuan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas kepada anak-anak mereka, serta menjauhkan diri dari perilaku yang dapat berkontribusi pada praktik korupsi. Penekanan pada perilaku hidup yang sederhana ini diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk melawan korupsi.
Meskipun saat ini situasi di Sulbar dinilai masih aman dari tindak pidana korupsi, KPK mendapati sudah ada 20 kasus dugaan korupsi yang dilaporkan. Dalam menghadapi masalah ini, KPK juga berencana memberikan bimbingan kepada mahasiswa, Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta lembaga masyarakat lainnya tentang tata cara pelaporan kasus korupsi.
Diharapkan pemerintah provinsi Sulawesi Barat dapat berkomitmen bersama KPK untuk membangun budaya integritas yang anti-korupsi. Dalam kesempatan lain, Ketua Pengurus Wilayah Nasyatul Aisyiyah Sulbar, Rhena J. Tapion, menyatakan dukungannya terhadap upaya KPK dalam memberikan bimbingan teknis kepada para perempuan di Sulbar. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendidik masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Rhena juga mengingatkan agar para istri pejabat menjadi pelindung keluarga dengan menghindari segala perilaku yang berkaitan dengan korupsi.
ANTARA
KPK Ingatkan Pejabat Sulbar Hindari Gaya Hidup Mewah
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







