TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan,** Tim Staf Ahli Panglima TNI baru-baru ini melaksanakan kunjungan ke Kalimantan Utara dengan tujuan melakukan pengumpulan data di kawasan perbatasan Indonesia - Malaysia. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun. Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Golkar Pangasro Rahardjo Winarsadi, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat lain, termasuk Kombes Pol. Dahana, Kombes Pol. Yohanes Jalung Siram, serta AKBP Ricky Hadiyanto. Pertemuan ini berlangsung di Bulungan pada hari Selasa dan menekankan pentingnya menjaga ketahanan nasional, terutama di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan nasional di wilayah perbatasan. Dalam kunjungan ini, turut hadir sejumlah jenderal, termasuk Mayjen TNI Rio Firdianto dan Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo. Kawasan perbatasan RI-Malaysia saat ini dipandang sebagai area strategis yang memerlukan perhatian khusus terkait dengan aspek keamanan dan pembangunan. Keberadaan IKN yang baru di Kalimantan juga menambah urgensi untuk mengenali dan meningkatkan kajian ketahanan di garis batas tersebut. "Tujuan dari kunjungan Tim Staf Ahli Panglima TNI adalah untuk mengumpulkan data guna menyusun kajian tentang pembangunan ketahanan wilayah di kawasan perbatasan," lanjut Budi Rachmat. Hal ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi negara yang kokoh, serta mendukung keberadaan IKN melalui pembangunan infrastruktur perbatasan yang terpadu dan strategi pertahanan yang matang. Lebih jauh lagi, kajian tentang IKN dan dampaknya terhadap wilayah perbatasan menjadi pokok penting yang mesti diperhatikan. Transformasi infrastruktur di kawasan perbatasan, khususnya di Kecamatan Sebatik, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial, sekaligus menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan dan penguatan kebijakan pertahanan. Diharapkan, kajian mengenai ketahanan wilayah perbatasan RI-Malaysia ini tidak hanya menjadi sebuah dokumen strategis yang statis, tetapi juga sebuah panduan yang adaptif dalam upaya mencapai keamanan nasional yang berkelanjutan. Kunci keberhasilan implementasi kajian ini terletak pada upaya yang sistematis dan terkoordinasi antara berbagai lembaga pemerintah, serta dukungan aktif dari masyarakat setempat. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa konstelasi perbatasan RI-Malaysia dapat memberikan manfaat signifikan, terutama dalam mendukung keberlangsungan dan perkembangan IKN sebagai simbol kemajuan bagi bangsa Indonesia. "Pemangku kepentingan perlu bersinergi dalam pembangunan fondasi negara yang kuat di wilayah perbatasan, guna memastikan kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia di masa depan," tutup Budi. ANTARA