BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan selama periode Januari hingga September 2024.
NTP yang mencerminkan kesejahteraan petani, naik dari 121,24 pada Januari menjadi 125,38 pada September 2024.
Agnes menjelaskan kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang mencatatkan NTP tertinggi di Kalimantan Tengah.
"Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat memiliki kontribusi terbesar terhadap peningkatan NTP dengan nilai mencapai 147,34 pada September 2024," kata Agnes pada Rabu, 9 Oktober 2024.
Selain subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, lanjutnya, subsektor Hortikultura juga menunjukkan performa yang cukup baik dengan NTP sebesar 102,89.
Subsektor Peternakan dan Perikanan masing-masing mencatatkan NTP sebesar 100,58 dan 98,17, sementara subsektor Tanaman Pangan berada di angka 97,09.
Agnes menambahkan peningkatan NTP ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.
"Kenaikan NTP ini mencerminkan peningkatan daya beli petani, yang berarti kesejahteraan mereka juga meningkat," jelasnya.
Namun Agnes juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam subsektor Tanaman Pangan dan Perikanan yang NTP-nya masih di bawah 100.
"Kita perlu terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi di subsektor-sektor ini," tambahnya.
Secara keseluruhan, peningkatan NTP di Kalimantan Tengah selama 2024 memberikan harapan positif bagi kesejahteraan petani.
BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan tren positif ini berlanjut.(TESTI PRISCILLA/R)









