**Borneonews - Jakarta**, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pada Rabu pagi. Dalam pantauan tersebut, terlihat bahwa harga cabai rawit merah mengalami penurunan signifikan, yaitu sebesar Rp3.230, sehingga harga per kilogramnya menjadi Rp42.270.
Data yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas pada pukul 07.00 WIB menunjukkan bahwa di kalangan pedagang eceran nasional, harga beras premium juga mencatatkan penurunan, yakni 2,65 persen atau Rp410, yang membuat harga per kilogramnya menjadi Rp15.080.
Tidak hanya beras premium, harga beras medium turut merosot sebesar 1,85 persen atau Rp250, sehingga terjangkau di angka Rp13.300 per kilogram. Namun, untuk beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog, justru mengalami kenaikan kecil sebesar 0,24 persen atau Rp30, dengan harga baru mencapai Rp12.580 per kilogram.
Selanjutnya, harga komoditas bawang merah tercatat turun hingga 6,43 persen atau Rp1.830, menjadi Rp26.640 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih bonggol juga sedikit menurun sebesar 0,13 persen atau Rp50, dengan harga baru menjadi Rp39.640 per kilogram.
Di sisi lain, harga cabai merah keriting naik sebesar 6,50 persen atau Rp1.990, mencapai Rp32.610 per kilogram. Di saat yang sama, harga cabai rawit merah mengalami penurunan sebesar 7,10 persen, kembali memantapkan harga ke level Rp42.270 per kilogram.
Menyoroti komoditas daging, harga daging sapi murni mengalami penurunan sebesar 2,28 persen atau Rp3.070, menjadikannya Rp131.560 per kilogram. Dalam hal ini, daging ayam ras mencatatkan peningkatan harga sebesar 0,12 persen atau Rp40, hingga mencapai Rp34.680 per kilogram, sedangkan telur ayam ras juga meningkat 0,28 persen atau Rp80, dengan harga saat ini Rp28.550 per kilogram.
Kedelai biji kering (impor) terlihat mengalami kenaikan, yaitu 1,30 persen atau Rp140, menjadi Rp10.910 per kilogram. Selain itu, harga gula konsumsi juga meningkat sebesar 3,52 persen atau Rp630, sehingga harganya kini menjadi Rp18.520 per kilogram.
Adapun harga minyak goreng kemasan sederhana meningkat sebesar 4,46 persen atau Rp810, menjadi Rp18.980 per kilogram, sementara minyak goreng curah naik 1,82 persen atau Rp300, dengan harga mencapai Rp16.750 per kilogram. Sementara itu, harga tepung terigu curah mengalami penurunan sebesar 2,27 persen atau Rp230, turun ke Rp9.920 per kilogram. Tepung terigu non-curah juga menyusut tipis sebesar 1,07 persen atau Rp140, menjadi Rp12.960 per kilogram.
Pada tingkat peternak, harga jagung mencatatkan penurunan sebesar 5,50 persen atau Rp330, menjadi Rp5.670 per kilogram. Namun, harga garam halus beryodium mengalami kenaikan 1,39 persen atau Rp160, terkatrol menjadi Rp11.650 per kilogram.
Harga ikan juga bergerak naik, dengan ikan kembung yang meningkat hingga 5,31 persen atau Rp1.970, sehingga harganya menjadi Rp39.100 per kilogram. Selain itu, ikan tongkol dan ikan bandeng masing-masing mengalami kenaikan sebesar 11,11 persen atau Rp3.500, serta 10,21 persen atau Rp3.400, dengan harga terbaru masing-masing mencapai Rp34.990 per kilogram dan Rp36.710 per kilogram.
ANTARA
Pergerakan Harga Pangan Menurun dan Meningkat di Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Revisi Perpres 26/2026 untuk Impor Minyak Berbagai Negara
Bupati Lamandau Dorong Pemenuhan Gizi dan Fasilitas demi Prestasi Atlet
Menko Bahlil Perintahkan ESDM Berpihak pada Kepentingan Rakyat
DPRD Kotim Kunjungi Seruyan, Bahas Strategi Pengembangan Usaha Perikanan
Musorkab KONI Lamandau 2026 Dorong Penguatan Pembinaan dan Prestasi Atlet
Puluhan Hektare Konsesi Perusahaan Perdagangan Karbon di Kotim Terbakar
Komentar (0)
Memuat komentar…







