JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Emiten energi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) telah mengumumkan pencapaian signifikan melalui anak perusahaannya, PT Pertrotech Penta Nusa (PETRO). Perusahaan ini, bersama dengan konsorsium yang terdiri dari PT Citra Panji Manunggal (CPM) dan PT Bakrie Pipe Industries (BPI), baru saja menandatangani Perjanjian Penyediaan Jasa Pipanisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk proyek Tanjung Batu-Samarinda dengan PT Pertamina Patra Niaga. Proyek ini merupakan langkah strategis dalam pembangunan jaringan pipa BBM baru yang akan menjangkau sepanjang 120 kilometer. Jalur pipa ini akan menghubungkan Terminal BBM (TBBM) Tanjung Batu yang terletak di Balikpapan dengan TBBM Samarinda dan TBBM Palaran yang berada di Kalimantan Timur. Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menyampaikan bahwa pengembangan jaringan pipa ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat distribusi energi di kawasan-kawasan yang strategis. Ia menekankan bahwa proyek ini adalah sebuah komitmen terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan, serta peningkatan infrastruktur di sektor migas. Djauhar meyakini bahwa proyek ini akan berperan penting dalam keamanan energi nasional dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Keberhasilan ini merupakan langkah penting bagi RAJA dalam mengembangkan portofolio bisnis di sektor infrastruktur energi di Indonesia. Hal ini semakin menegaskan dedikasi perusahaan dalam mendukung sektor energi nasional melalui berbagai inovasi. Diperkirakan bahwa proyek ini akan menghabiskan dana sekitar Rp3 triliun dan dijadwalkan untuk memulai tahap konstruksi pada kuartal IV tahun 2024. Target untuk memulai operasi komersial atau *Commercial Operation Date* (COD) ditetapkan pada kuartal IV tahun 2026. Dalam pelaksanaan proyek ini, perusahaan akan menginvestasikan sebesar Rp980 miliar dan setelah proyek selesai, diproyeksikan akan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar Rp225 miliar. Selain itu, kontribusi EBITDA diharapkan mencapai Rp200 miliar per tahun. Lebih jauh, proyek ini tidak hanya akan memperkuat infrastruktur energi nasional, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip-prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG). Diharapkan, pembangunan proyek ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan pekerjaan di area yang terkena dampak pembangunan pipa. Perusahaan bertekad untuk mengoptimalkan sektor *midstream* dan *downstream*, dengan memastikan bahwa semua proses yang dilakukan sesuai dengan standar keberlanjutan yang telah ditetapkan. ANTARA