BORNEONEWS, Puruk Cahu – Kabut asap tipis yang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir di Kabupaten Murung Raya (Mura) dianggap masih belum membahayakan bagi trasportasi penerbangan. Jarak panjang masih terbilang aman. Kabut tipis muncul diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkoinfo) Kabupaten Murung Raya Krisna Dehen melalui Kepala Didang (Kabid) Tranportasi Udara Dewo Susanto mengatakan, saat ini jarak pandang horzontal masih diangka tujuh kilometer.

“Jarang pandang horizontal saat ini tujuh kilometer. Untuk jarak pandang aman minimal lima kilometer dan bila kurang dari lima kilometer biasanya pihak maskapai meniadakan penerbangan,” ungkap Dewo ketika dikonfirmasi, Selasa (23/8/2016).

Ia menyampaikan juga untuk memantau serta melaporkan situasi udara tentunya petugas dari Dishubkoinfo Murung Raya selalu di lokasi Bandara Dirung, Desa Dirung Lingkin, Kecamatan Tanah Siang Selatan.

Sementara itu terkait dengan terlihatnya kabut asap tipis di Kabupaten Murung Raya membuat kekhawatiran bagi warga sebab ditakutkan akan kembali seperti yang terjadi pada 2015 yang lama kabut asap mencapai waktu tiga bulan lebih.

“Kabut asap mulai terasa serta terlihat ketika pada saat pagi dan sore hari. Meskipun agak tipis tapi cukup mengganggu maupun membuaat kawatir kami, apalagi yang masih memiliki anak kecil,” ungkap Deni warga Kota Puruk Cahu. (SUPRI ADI/m)