**Borneonews - Hamilton, Kanada** - Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan, Reem Alsalem, menyampaikan penekanan mendalam terkait kekerasan reproduksi yang terjadi dalam konteks genosida di Jalur Gaza. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada tanggal 8 Oktober, Alsalem mengecam perlakuan buruk yang dialami oleh perempuan dan anak-anak Palestina akibat tindakan Israel.
Dalam penyampaian tersebut, Alsalem mengungkapkan keprihatinannya mengenai laporan yang menunjukkan bahwa Israel secara sistematis menargetkan perempuan dan anak-anak di Gaza. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kematian serta insiden kekerasan seksual yang terjadi, termasuk penghancuran terhadap fasilitas medis yang menyediakan layanan fertilitas.
"Saya yakin Anda semua menyadari bahwa saya telah mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tentang perlakuan terhadap perempuan dan anak-anak Palestina yang merupakan warga sipil," ungkap Alsalem. Ia juga menegaskan bahwa tidak hanya perempuan yang menjadi korban kekerasan, tetapi juga laki-laki Palestina turut mengalami tindakan serupa oleh pihak Israel.
Alsalem mengemukakan bahwa kejadian di Gaza mencerminkan "penggunaan kekerasan reproduksi dalam konteks genosida yang sedang berlangsung, yang tidak pernah terjadi dalam konflik lainnya." Dia menekankan bahwa serangan yang berkelanjutan ini ditujukan kepada perempuan dengan anggapan bahwa mereka merupakan penghalang bagi keberlangsungan generasi Palestina.
"Di Gaza, terlihat adanya serangan yang jelas dan disengaja," tegasnya. Ia menyoroti fenomena dehumanisasi yang dialami perempuan dan anak-anak Palestina, yang ditujukan tidak hanya oleh pemerintah Israel, tetapi juga oleh berbagai elemen dalam masyarakat Israel serta aktor-aktor berpengaruh lainnya.
Serangan brutal yang dilancarkan Israel di Gaza terus berlanjut, meskipun telah ada resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang menyerukan dilakukannya gencatan senjata. Hingga saat ini, lebih dari 42.000 orang dilaporkan kehilangan nyawa, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 97.300 orang dilaporkan mengalami luka-luka, berdasarkan informasi dari otoritas kesehatan setempat.
Krisis yang dihadapi oleh warga Gaza semakin parah dengan hampir seluruh populasi terpaksa mengungsi, di tengah blokade yang menyebabkan kesulitan dalam akses terhadap pangan, air bersih, dan obat-obatan. Saat ini, Israel juga sedang menghadapi gugatan genosida di Pengadilan Internasional terkait tindakan yang telah dilakukannya di Gaza.
ANTARA
PBB Peringatkan Kekerasan Reproduksi Terhadap Perempuan di Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







