JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Berbagai informasi penting terkait perkembangan ekonomi Indonesia telah dirangkum untuk dijadikan acuan. Salah satunya adalah realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tercatat mencapai Rp1.793 triliun. Angka ini terakumulasi dari periode 2015 hingga 30 September 2024 dan berhasil menjangkau sekitar 48 juta debitur. Salah satu sorotan dari berita kemarin adalah penilaian dari Bank Dunia tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Institusi tersebut memperkirakan bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 dan 2025, yang setara atau bahkan melebihi tingkat pertumbuhan sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan perekonomian nasional dari berbagai tantangan dan gejolak yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Hal ini menunjukkan ketahanan serta adaptabilitas perekonomian Indonesia dalam menghadapi situasi yang tidak menentu. Selain itu, terdapat pendapat dari peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian. Ia menyampaikan bahwa program penyediaan makan bergizi gratis harus dirancang untuk menghadirkan efek berganda yang signifikan bagi ekonomi. Dengan begitu, program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada aspek ekonomi yang lebih luas. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, juga mengeluarkan klarifikasi mengenai jadwal pembagian makan bergizi gratis. Ia menegaskan bahwa program ini akan dilaksanakan dalam dua jadwal, namun setiap anak akan tetap menerima satu kali makan gratis. Informasi ini penting agar masyarakat tidak salah paham mengenai pelaksanaan program tersebut. Dengan berbagai informasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami perkembangan ekonomi dan program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan perekonomian. ANTARA