**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di bawah Kementerian Perhubungan telah mencatat pencapaian signifikan dalam pembangunan dan renovasi infrastruktur transportasi darat. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yaitu dari tahun 2015 hingga 2024, sebanyak 157 infrastruktur transportasi darat telah berhasil dibangun dan direnovasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Risyapudin Nursin, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, enam Terminal Tipe A dan 44 pelabuhan penyeberangan telah dibangun, sementara 53 Terminal Tipe A dan 54 pelabuhan penyeberangan lainnya telah direvitalisasi atau direhabilitasi. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan dan konektivitas di semua wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke, di mana setiap layanan juga dilengkapi dengan fitur *digitalisasi*.
Selain dari pembangunan infrastruktur, Risyapudin juga menyoroti peningkatan layanan konektivitas. Salah satu contohnya adalah angkutan jalan perintis yang kini sudah memiliki 322 trayek. Rata-rata pertumbuhan jaringan trayek ini mencapai 1,48 persen sejak tahun 2015. Layanan ini sangat penting karena dapat menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dan terisolasi dengan kawasan perkotaan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam sektor penyeberangan, layanan penyeberangan perintis juga telah mengalami perkembangan dengan 269 lintasan yang dilayani oleh 104 kapal penyeberangan perintis. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan lintasan penyeberangan mencapai 4,77 persen, sementara pertumbuhan jumlah kapal per tahun adalah sebesar 4,54 persen.
Ditjen Perhubungan Darat juga berupaya memperbaiki konektivitas di kawasan perkotaan dengan menghadirkan program *Buy The Service* (BTS). Program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam menyediakan layanan angkutan perkotaan dengan cara membayar setiap kilometer penumpang. Melalui skema ini, pemerintah memberikan subsidi yang membuat tarif menjadi lebih terjangkau sesuai dengan kemampuan dan daya beli masyarakat setempat.
Sejak peluncurannya pada tahun 2020 hingga 2024, layanan BTS telah melayani sekitar 71 juta orang di berbagai kota besar seperti Medan, Palembang, Bali, Solo, Yogyakarta, Banyumas, Bandung, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan, dengan armada mencapai 817 bus dan 54 mobil penumpang. Berdasarkan survei terhadap pelanggan *Teman Bus* di sepuluh kota, sebagian besar masyarakat melaporkan penghematan biaya transportasi bulanan antara 30 hingga 70 persen, yang menunjukkan keberhasilan program ini dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.
Setiap tahunnya, Ditjen Perhubungan Darat juga mengadakan program *Mudik Gratis Angkutan Lebaran* untuk membantu masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga. Program ini menyediakan angkutan gratis dari dan menuju kota-kota yang menjadi tujuan favorit para pemudik, termasuk di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan beberapa wilayah di Sumatera serta Kalimantan.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para pemudik, mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya, serta mengurangi kemacetan dengan menurunkan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikian, program ini juga memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat dalam merencanakan transportasi selama masa libur Lebaran.
Di samping itu, untuk mendukung peningkatan kualitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Ditjen Perhubungan Darat melaksanakan program pembiayaan kreatif melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan berbagai fasilitas, termasuk Proving Ground Bekasi, Terminal Betan Subing Lampung, dan Terminal Purabaya di Jawa Timur.
ANTARA
Kementerian Perhubungan Bangun 157 Infrastruktur Transportasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







