BORNEONEWS, Kasongan - ‎Menurun drastisnya debit air Sungai Katingan menyebabkan pendangkalan sungai mulai terjadi. Hal itu terlihat dari timbulnya sejumlah gundukan pasir dan tingkat kedalaman sungai semakin memendek.

Kondisi seperti ini menjadi momok bagi ratusan orang pembudidaya ikan keramba di kawasan pinggiran Sungai Katingan yang melintasi Kota Kasongan. Sebab, keramba ikan banyak yang mulai kandas, bahkan lanting (rumah apung) milik pembudidaya ikan pun tergantung di dinding badan sungai.

Pantauan Borneonews, kondisi pendangkalan sudah jelas terlihat di lokasi budidaya ikan seperti di wilayah Kampung Banjar dan Kuluk Pata, Kecamatan Katingan Hilir. Mama Neni, seorang pembudidaya ikan, mengaku cemas melihat kondisi volume air sungai yang terus- menerus terjadi penurunan.

"Saat ini kedalaman sungai perlahan menurun. Bahkan ada keramba saya yang sudah kandas karena lantai keramba sudah menyentuh dasar sungai," ucap Mama Neni kepada PPost, di Kasongan, Rabu (24/8/2016).

Meski belum terjadi kematian ikan yang banyak, menurut ibu tiga orang anak ini para pembudidaya ikan sudah mulai was - was. Karena arus air sungai semakin melemah.

"Kalau alirannya lemah, bahkan tidak ada aliran sungai sama sekali biasanya sangat rentan banyak ikan yang bermatian," lirihnya.

Menurutnya, tingginya angka kematian ikan saat kondisi sungai dangkal dikarenakan dengan tidak adanya arus oksigen yang dibutuhkan ikan semakin menipis. Ditambah lagi kualitas air sungai keruh dan tidak baik bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan.

Mama Neni memiliki sebanyak sembilan unit keramba ikan yang telah dibudidayakannya selama dua tahun lebih, yakni untuk jenis ikan nila dan ikn mas. Serta ia juga memiliki satu unit kermba khusus untuk membudidayakan ikan jenis tahuman. 

"Biasanya setiap pembudidaya ikan memelihara ikan tahuman. Hal ini agar ikan-ikan yang mati tidak dibuang begitu saja, akan tetapi dapat dijadikan untuk pakan ikan tahuman," jelasnya.‎ (HAIRUL SALEH/m)