JAKARTA –
**Borneonews - Ankara**, Kedaulatan Palestina tidak seharusnya bergantung pada pengakuan dari negara-negara lain. Namun demikian, komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk menjamin hak bagi rakyat Palestina dalam menentukan nasib mereka sendiri. Pernyataan ini disampaikan oleh Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, melalui akun media sosialnya. Albanese menegaskan bahwa kedaulatan Palestina tetap ada meskipun belum diakui oleh berbagai negara di dunia. Ia menganggap dukungan internasional terhadap solusi dua negara dalam konteks konflik Israel-Palestina yang tidak diimbangi dengan pengakuan atas kedaulatan Palestina adalah hal yang tidak tulus. Selanjutnya, ia menekankan bahwa kewajiban dari negara-negara lain tidak seharusnya terfokus pada upaya "mereformasi Otoritas Palestina" atau terlibat dalam proses pemilihan umum serta urusan pemerintahan di Palestina, yang seharusnya tetap menjadi ranah internal. Sebaliknya, tanggung jawab komunitas internasional adalah memastikan bahwa rakyat Palestina memiliki kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri, menghentikan penjajahan ilegal yang dilakukan oleh Israel, serta menghapuskan sistem *Apartheid* yang ada. Albanese juga mengajak masyarakat global untuk menghindari sikap hipokrit dan aktif memperjuangkan perdamaian yang berbasis pada keadilan serta kebebasan bagi semua pihak yang terlibat. Kondisi di Gaza saat ini sangat memprihatinkan, dengan hampir 42.000 warga, sebagian besar yang menjadi korban adalah wanita dan anak-anak, telah kehilangan nyawa mereka akibat agresi Israel yang dimulai sejak 7 Oktober 2023. Situasi ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan. Serangan tersebut telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam, di mana penduduk Gaza menghadapi kelangkaan yang parah dalam hal pangan, air bersih, dan obat-obatan sebagai dampak dari blokade yang diterapkan oleh Israel. Meskipun berada di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) terkait tuduhan kejahatan genosida, Israel masih melanjutkan agresinya di Jalur Gaza, menambah derita yang dialami oleh rakyat Palestina. ANTARA