BORNEONEWS, Kasongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menganggarkan program generasi sehat dan cerdas (GSC) Rp6 miliar. Dengan keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Katingan, dana sebesar itu dialokasikan pada tahun anggaran 2016.

"Semua bersumber dari dana APBN hibah luar negeri yang dialokasikan untuk tujuh kecamatan. Yakni, Kecamatan Katingan Kuala, Kamipang, Tasik Payawan, Pulau Malan, Marikit, Katingan Hulu dan Petak Malai," kata Wakil Bupati Katingan, Sakariyas saat membuka workshop koordinasi generasi sehat dan cerdas ke-I, di Aula Bappeda Katingan, di Kasongan, Rabu (24/8/2016).

Sakariyas mengutarakan, berbagai upaya telah disiapkan dan dilakukan Pemkab Katingan, dalam upaya mewujudkan masyarakat sehat, cerdas dan terbuka dengan tersedianya berbagai askes. Itu bersinergi pula dengan program pemerintah pusat, yaitu GSC. Program ini dilaksanakan di Katingan sejak 2014. "Program GSC bertujuan jelas, yaitu pendidikan dasar untuk semua, menurunya kematian anak dan meningkatnya kesehatan ibu."

Perwujudan dari tujuan tersebut akan diukur melalui pencapaian terhadap beberapa indikator. Antara lain, pemberian makanan tambahan bayi, balita dan ibu menyusui. Kemudian, bantuan melahirkan bagi keluarga miskin, bantuan untuk bayi dan balitia gizi buruk, transportasi guru tidak tetap, transportasi bidan dan kader kesehatan, pengadaan sarana perlengkapan dan seragam siswa.

Untuk itu dengan dukungan semua pihak, imbuhnya, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan. "Di bidang pendidikan, diarahkan untuk pengurangan disparitas (ketimpangan) kualitas pendidikan antar wilayah serta peningkatan mutu, relevansi dan daya saing. Di bidang kesehatan, telah banyak langkah dan inovasi serta prestasi yang diraih," ujarnya.

Mantan pimpinan Bank Kalteng Cabang Kasongan itu menambahkan, kedepannnya prioritas bidang kesehatan diarahkan pada peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk mandiri hidup sehat.

"Melalui program GSC, harus diupayakan komitmen pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan melalui inovasi masyarakat yang tepat guna. Ini dalam upaya penanggulangan ketertinggalan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Bumi Penyang Hinje Simpei," katanya. (HAIRUL SALEH/N).