JAKARTA –
**Borneonews - New Delhi**, Partai Bharatiya Janata (BJP), yang dipimpin oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah berhasil mempertahankan kekuasaan di negara bagian Haryana untuk yang ketiga kalinya berturut-turut. Kemenangan ini diumumkan pada Selasa, 8 Oktober. Berdasarkan laporan dari Komisi Pemilihan Umum India, BJP berhasil meraih 48 dari total 90 kursi yang diperebutkan. Partai oposisi utama, Kongres Nasional India, memperoleh 36 kursi, namun tidak mampu mengungguli BJP. Sisa kursi, yaitu lima, berhasil diraih oleh Partai Lok Dal Nasional India (Indian National Lok Dal) dan dua kandidat independen. Setelah meraih kemenangan tersebut, Perdana Menteri Modi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga Haryana melalui platform *X*. Dalam pernyataannya, ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti dukungan terhadap pembangunan dan tata kelola yang baik. Modi menegaskan komitmennya untuk bekerja tanpa henti demi memenuhi harapan masyarakat setempat. Namun, hasil pemilu ini disoroti oleh pemimpin Kongres Nasional India, Jairam Ramesh. Ia mengungkapkan bahwa hasil pemilihan di Haryana tidak terduga dan menimbulkan kejutan, jauh dari apa yang diharapkan oleh banyak orang. Ramesh menilai bahwa hasilnya bertentangan dengan situasi di lapangan, di mana rakyat Haryana sebenarnya telah bersiap untuk adanya perubahan dan transformasi. Banyak survei opini sebelumnya dinilai meleset dan memberikan perkiraan yang lebih menguntungkan bagi Partai Kongres dalam pemilihan ini. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika politik di Haryana mungkin lebih kompleks daripada yang diperkirakan pada awalnya. ANTARA