BORNEONEWS, Barito-Selatan : Sebanyak 239 operator sekolah tingkat SD dan SMP se Barito Selatan (Barsel), mengikuti pelatihan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) tahun 2016.
Bupati Barsel diwakili Sekretaris Daerah Edi Kristianto mengatakan, dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional.
Lanjut dia, program perencanaan pendidikan nasional itu diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang Cerdas dan kompetitif. Oleh sebab itu harus diperlukan perencanaan yang matang dan akuntabel.
“Agar program pendidikan tepat sasaran, maka diperlukan data yang cepat, lengkap, tepat, valid, akuntabel dan terus up to date sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi kinerja lebih terukur efektif dan efisien,” kata Edi Kristianto usai membuka kegiatan di GPU Jaro Pirarahan Buntok. Rabu (24/8/2016).
Menurut dia, menyikapi betapa pentingnya pelatihan dapodik ini, maka dirinya berpesan kepada seluruh peserta dari enam kecamatan se Barito Selatan agar mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh terhadap semua tahapan.
Di tempat yang sama, Kadis Dikbud Barsel, Raden Sudarto mengatakan, sebanyak 239 operator sekolah yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari, 174 orang operator sekolah Sekolah Dasar, 63 orang dari SMP dan dua orang dari operator Sekolah Luar Biasa jenjang SD dan SMP.
Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan SDM Operator Dapodikdas tahun 2016 di Barsel.
“Selain itu sebagai upaya meningkatkan operator dalam menggunakan sistem aplikasi Dapodikdas untuk mengelola data pokok dilingkungan pendidikan dasar,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/m).








