**Borneonews - Bantul**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa situasi kekeringan yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2024 tidak akan seburuk yang dialami pada tahun 2023.
Komandan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis yang dilakukan, kondisi saat ini menunjukkan adanya fase peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Hal ini memberikan harapan bahwa kekeringan di tahun mendatang tidak akan separah tahun lalu.
Dia menambahkan bahwa salah satu penyebab utama dari kenaikan dampak kekeringan pada tahun 2023 adalah fenomena *El Nino*. Fenomena ini menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan berkepanjangan. Menurutnya, pengaruh *El Nino* tersebut cukup signifikan terhadap kondisi cuaca pada tahun lalu.
Hingga bulan Oktober tahun ini, dampak dari kemarau panjang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat di delapan kecamatan yang mengalami kesulitan akses terhadap air bersih. Dalam hal ini, BPBD Bantul telah melakukan bantuan air bersih melalui pengiriman air yang disebut dengan *dropping air*.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2023, setidaknya 11 kecamatan di Bantul dilaporkan memerlukan bantuan distribusi air bersih hingga akhir bulan Desember. Menurut Firmansyah, meskipun masih ada *dropping air* yang dilaksanakan pada tahun 2024, jumlahnya kemungkinan jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim peralihan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menambahkan bahwa kegiatan pengiriman air bersih untuk daerah yang terdampak kekeringan akan tetap berlanjut. Prediksi cuaca menunjukkan bahwa hujan akan mulai turun di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Kabupaten Bantul, pada akhir bulan Oktober.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi kekeringan, serta menggunakan air bersih dengan bijak sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, penting untuk saling membantu sesama yang mungkin membutuhkan dukungan selama masa sulit ini.
ANTARA
Dampak Kekeringan di Bantul 2024 Diprediksi Lebih Ringan
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Menit Akhir Dianulir VAR, Juventus Ditahan Rennes 2-2
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







