JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, mengungkapkan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan Museum Rasullullah atau yang dikenal sebagai Museum Sejarah Nabi di area reklamasi Ancol, Jakarta Utara. Janji ini diutarakan Pramono dalam konteks pencalonannya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Komitmen tersebut juga telah disampaikan kepada Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, yang menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). Pramono menegaskan, "Jika ini menjadi amanah, saya juga sudah berbicara dengan Pak JK. Ketika bertemu dengan beliau, kami sepakat untuk melanjutkan gagasan Museum Rasullullah di Ancol." Pembangunan Museum Rasullullah ini merupakan inisiatif yang dimulai pada masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pada saat itu, Anies memberikan izin untuk membangun Museum Sejarah Nabi dan masjid apung yang meliputi area seluas tiga hektare dalam total lahan reklamasi yang ada. Sejak terhentinya proyek ini akibat dampak dari pandemi *COVID-19*, Proyek tersebut hingga kini belum ada kelanjutan. Pramono menegaskan, "Jika ini adalah amanah, saya akan melanjutkan pembangunan Museum Rasullullah di Ancol." Keterhentian proyek selama pandemi menjadi tantangan bagi Pramono, dan ia bertekad untuk mencapai kemajuan dalam proyek ini. Di samping itu, Pramono juga menargetkan penyelesaian isu yang dihadapi oleh masyarakat setempat, terutama yang berkaitan dengan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata pantai utara Jakarta. Ia mencatat adanya persoalan dimana satu gerobak digunakan secara bersama. "Meskipun terlihat sepele, masalah ini perlu segera diselesaikan. Akan lebih baik jika satu gerobak dioperasikan oleh satu orang, sehingga individual tersebut dapat berkembang dan beradaptasi di dunia UMKM," ungkapnya. Dalam kampanye mereka, Pramono dan pasangan calon wakilnya, Rano Karno, memperkenalkan visi-misi dan program kerja yang mereka sebut "Jakarta Menyala." Rangkaian program tersebut mencakup ajang Benyamin S Awards dan integrasi JAKI dalam debat perdana Pilkada DKI Jakarta yang digelar pada hari Minggu malam. Sebagai bagian dari upaya menciptakan lapangan kerja, Pramono menjanjikan adanya bursa kerja yang akan diadakan setiap tiga bulan di tingkat kecamatan, serta pelatihan bersertifikat dan lowongan kerja yang terintegrasi dalam JAKI. Program *work from anywhere* (WFA) akan diberikan untuk pegawai negeri sipil, perusahaan milik daerah, serta sektor swasta. Selain itu, diketahui pula akan ada penyediaan layanan penitipan anak (*day care*) di lingkungan kerja dan pusat perkantoran. Pramono juga menjadikan isu anak putus sekolah di Jakarta dan ketidakadilan penghasilan bagi guru honorer sebagai fokus perhatian. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia berkomitmen pada berbagai solusi, seperti menjadikan pendidikan wajib selama 12 tahun, serta memperluas akses melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga masa perkuliahan. Dalam bidang kesehatan, Pramono menjanjikan adanya saluran langsung (*hotline center*) layanan psikolog yang beroperasi 24 jam, pengurangan waktu antrean BPJS, peningkatan fasilitas kesehatan, serta penyediaan Rumah Sakit Apung, ambulans laut, dan helikopter ambulans di wilayah Kepulauan Seribu. ANTARA