**Borneonews - Vientiane**, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menggarisbawahi pentingnya stabilitas di kawasan sebagai elemen krusial agar ASEAN dapat terus maju dan memenuhi tantangan-tantangan masa depan. Dalam pernyataannya pada *Plenary Session* KTT Ke-44 dan Ke-45 ASEAN di Vientiane, Laos, beliau menekankan bahwa untuk menjaga agar 'kapal besar ASEAN' tetap berlayar, ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan.
Pertama, adalah semangat kebersamaan atau 'dayung kebersamaan'. Menurut Wapres, stabilitas kawasan sangat penting untuk memastikan masa depan yang cerah bagi ASEAN. Ia mendorong semua anggota untuk terus berupaya menjaga kerjasama dan memanfaatkan posisi strategis ASEAN di kancah internasional.
Kedua, aspect cukup vital yang diungkapkan adalah 'layar inovasi'. Wapres Ma'ruf Amin menekankan pengembangan inovasi dan integrasi ekonomi untuk memperkuat daya saing ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dijadikan sebagai sarana untuk memperkuat kerjasama ekonomi di kawasan dan menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin terintegrasi.
Selain itu, Wapres juga mengapresiasi kemajuan teknis yang telah dicapai, serta keinginan dari Chili, Sri Lanka, dan Hong Kong untuk bergabung dalam RCEP. Ia menegaskan bahwa ASEAN harus terus memperkuat RCEP dengan penunjukan direktur eksekutif dan pengaktifan unit RCEP di Sekretariat ASEAN agar bisa lebih responsif terhadap dinamika global.
Ketiga, Wapres mengingatkan pentingnya 'kompas keberlanjutan'. Ia mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk bersikap adaptif dan responsif terhadap tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kelangkaan air. Dengan tujuan mencapai pembangunan yang berkelanjutan, visi Komunitas ASEAN 2045 menjadi panduan, dan perlu dilengkapi dengan rencana strategis yang konkret.
Ditegaskannya, pada Keketuaan Laos tahun 2024, Indonesia berkomitmen untuk menjadi promotor dalam pembentukan Gugus Tugas Ekonomi Biru ASEAN, yang akan mengarahkan kerjasama di bidang ekonomi biru untuk keberlanjutan lingkungan. Wapres berharap rencana strategis implementasi visi 2045 dapat disepakati pada tahun mendatang di Malaysia.
KTT Ke-44 dan Ke-45 ASEAN kali ini mengusung tema *Enhancing Connectivity and Resilience*, yang menekankan pentingnya peningkatan konektivitas serta ketahanan di kawasan. Ini akan menjadi pilar dalam memperkuat Komunitas ASEAN agar dapat memanfaatkan berbagai peluang serta mengatasi tantangan yang ada dengan lebih efektif.
ANTARA
Wapres Ma'ruf Amin, Stabilitas dan Inovasi untuk ASEAN Berkelanjutan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Truk Bermuatan Besi Bekas Terbalik di Tikungan Jalan Trikora Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







