**Borneonews - Aceh Singkil**, Seorang nelayan di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, saat ini berada dalam kondisi kritis setelah mengalami serangan buaya. Insiden menggigit tersebut terjadi ketika ia sedang mencari *tripang* di perairan setempat. Kapolsek Pulau Banyak, Iptu Erianto Tanjung, saat dihubungi dari Banda Aceh, menjelaskan bahwa korban yang bernama Amanota, berusia 43 tahun, merupakan warga Desa Asanrola. Kejadian ini berlangsung pada Rabu dini hari, tepatnya saat korban sedang menyelam di perairan sekitar Pulau Matahari, Desa Haloban. Erianto menjelaskan bahwa pada Selasa pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, korban bersama beberapa rekannya berangkat ke perairan Pulau Matahari. Mereka melakukan pengecekan untuk memastikan keamanan lokasi sebelum mulai mencari *tripang*. Setelah merasa yakin bahwa perairan itu aman, mereka melanjutkan kegiatan menyelam hingga malam hari. Namun, saat proses penyelaman pada dini hari, korban tiba-tiba berteriak karena digigit buaya di bagian bahu kanan dan perut. Serangan buaya tersebut sempat membawa korban menjauh ke tengah laut dan menenggelamkannya. Mendengar teriakan tersebut, rekan-rekan korban segera berusaha melakukan pertolongan. Salah satu dari mereka menggunakan tombak untuk menusuk bagian perut buaya, sehingga hewan tersebut akhirnya melepaskan gigitannya. Setelah itu, korban dievakuasi dan dibawa ke rumahnya sebelum akhirnya mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pulau Banyak Barat. Saat ini, pasien masih dalam masa perawatan intensif. Kapolsek Erianto mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kepada nelayan yang berada di Kecamatan Pulau Banyak Barat, untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi serangan buaya saat melakukan aktivitas pencarian *tripang*. Ia menegaskan bahwa serangan buaya di kawasan tersebut sudah sering terjadi. Ada baiknya bagi para nelayan untuk tidak melakukan penyelaman saat mencari *tripang*, mengingat populasi buaya yang semakin meningkat di perairan sekitar Pulau Banyak Barat. Wilayah Pulau Banyak sendiri adalah kumpulan pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah barat Kabupaten Aceh Singkil, dapat diakses dengan perjalanan laut selama sekitar dua jam dari Singkil, ibu kota kabupaten. ANTARA