JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono membagikan pengalamannya tentang pembelian pesawat tanpa awak, atau *drone*, dengan kemampuan *beyond line of sight* (BLOS) dari Turki. Pembelian ini dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, untuk kebutuhan pengadaan tahun depan. Pada sebuah seminar yang mengambil tema "Perkembangan Teknologi Elektronika Modern Mengubah Pola Peperangan" yang diadakan di Mabes TNI AU Jakarta Timur, Marsekal Tonny menceritakan fase penting dalam pembelian *drone* tersebut. Ia mengingat momen ketika Prabowo mengajukan pertanyaan, "Angkatan Udara butuh apa?" yang menunjukkan perhatian dan dukungannya terhadap kebutuhan TNI AU. Tonny menjelaskan bahwa kebutuhan akan *drone* BLOS menjadi sangat mendesak, terutama untuk mendukung operasi pemantauan di wilayah Papua. Alat tersebut diharapkan mampu menghadapi berbagai kendala medan dengan bantuan teknologi satelit yang canggih. Lebih penting lagi, *drone* BLOS tersebut dilengkapi dengan kemampuan untuk memancarkan sinyal. Fasilitas ini sangat berharga untuk meningkatkan proses komunikasi serta pemantauan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh sinyal konvensional. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Prabowo langsung menyatakan persetujuannya untuk melanjutkan proses pembelian. Momen menarik terjadi ketika Prabowo menghubungi pemilik pabrik *drone*, yang bahkan memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Dalam percakapan tersebut, Prabowo menegaskan niatnya untuk membeli *drone* tersebut secara langsung. Seusai seminar, KSAU ditanya oleh jurnalis mengenai jumlah unit *drone* BLOS yang akan dibeli oleh pemerintah. Marsekal Tonny menjelaskan bahwa jumlah unit yang dibeli sangat tergantung pada anggaran yang tersedia, dan meskipun ia tidak dapat menyebutkan angka pasti, ia meyakinkan bahwa Prabowo telah berkomitmen untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi pengadaan *drone* tersebut. Dengan adanya *drone* berkemampuan BLOS, Tonny percaya bahwa TNI AU akan dapat lebih optimal dalam melaksanakan operasi militer, terutama di daerah-daerah yang dikenal memiliki akses sinyal yang terbatas. Inisiatif ini menunjukkan langkah maju dalam memperkuat kapasitas teknologi untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara. ANTARA