**Borneonews - Jakarta**, Pengamat politik yang juga menjabat sebagai Direktur Riset dan Komunikasi di Lembaga Survei KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo, mengemukakan pendapatnya bahwa para pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 belum berani mengangkat isu-isu penting, antara lain mengenai usia kendaraan.
Dia menggarisbawahi dua topik signifikan yang tampaknya luput dari perhatian para calon, pertama adalah potensi pencabutan subsidi tarif *KRL* (kereta rel listrik) dan kedua soal pembatasan usia kendaraan bermotor. "Masalah tarif KRL yang beredar akan dicabut subsidinya sangat urgen, mengingat KRL adalah salah satu sarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktifitas baik masuk maupun keluar dari Jakarta," ungkap Ibnu dalam sebuah wawancara.
Salah satu kekhawatiran terbesar, kata Ibnu, adalah jika biaya penggunaan *KRL* dihubungkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), maka tarif yang dikenakan kepada penumpang akan menjadi sangat tinggi. "KRL harus diingat bahwa saat ini mereka dalam posisi yang sulit, karena usulan pencabutan subsidi datang dari Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini amat berpengaruh pada wilayah Jabodetabek, khususnya bagi banyak warga Jakarta yang bergantung pada moda transportasi ini," tambahnya.
Lebih jauh, pembatasan usia kendaraan bermotor juga dinilai Ibnu sebagai isu krusial yang perlu dijelaskan secara jelas oleh para calon. Hal ini penting karena aturannya sudah tertuang dalam Undang-undang Daerah Khusus Jakarta. "Mereka harus memberikan penjelasan kepada publik mengenai aturan ini, karena dampaknya cukup signifikan," tegas Ibnu.
Dalam survei yang dilakukan oleh KedaiKOPI dari tanggal 11 hingga 14 Juni 2024 melibatkan 445 responden, ditemukan bahwa 49,2 persen menolak pembatasan tersebut, sementara hanya 40,2 persen setuju dan 10,6 persen tidak memberikan pendapat. "Mayoritas penolakan dari masyarakat berkaitan dengan faktor ekonomi, yakni mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kendaraan baru agar sesuai dengan pembatasan yang ada," tuturnya.
Sebelumnya, para pasangan calon Pilkada Jakarta telah mempresentasikan berbagai program unggulan yang mereka tawarkan, dengan tujuan untuk mengatasi masalah kemacetan di ibu kota. Inisiatif tersebut mencakup pemanfaatan angkutan sungai, peningkatan manajemen transportasi, serta perluasan jangkauan layanan Transjakarta hingga mencakup wilayah Transjabodetabek.
Di sisi lain, saat sesi debat perdana pada Minggu, 6 Oktober 2024, Ibnu menilai bahwa setiap pasangan calon telah memaparkan program dan tujuan mereka dengan cukup jelas. Namun, dia juga mengingatkan bahwa para calon perlu menekankan penjelasan program mereka agar lebih mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat di Jakarta.
Debat perdana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta di Jakarta International Expo, Kemayoran, pada malam hari yang sama. Peserta debat terdiri dari pasangan calon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun), dan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).
Debat malam itu mengangkat tema "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global". Visi, misi, dan rencana kerja yang disampaikan oleh masing-masing pasangan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemilih ketika tiba saatnya mereka memberikan suara pada 27 November 2024. KPU DKI Jakarta juga telah mengagendakan debat kedua pada 27 Oktober dan debat ketiga pada 17 November 2024.
ANTARA
Pilkada Jakarta 2024, Isu Usia Kendaraan dan Tarif KRL Terabaikan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







