**Borneonews - New York**, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, memberikan peringatan mengenai dampak negatif yang mungkin timbul akibat tindakan rezim Israel yang berpotensi mengakhiri operasi badan bantuan PBB untuk Palestina, yang dikenal sebagai *UNRWA*. Guterres menekankan betapa pentingnya UNRWA selama setahun terakhir yang dilalui oleh konflik di Gaza, di mana lembaga tersebut dianggap sangat vital dan tidak tergantikan dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Menurut Guterres, langkah untuk mengusir UNRWA akan merusak upaya-upaya dalam meredakan krisis kemanusiaan dan ketegangan di Gaza, serta di seluruh wilayah pendudukan Palestina yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut justru berpotensi memperburuk situasi yang saat ini sudah sangat sulit untuk ditangani.
UNRWA telah beroperasi lebih dari tujuh dekade, memberikan dukungan kepada para pengungsi Palestina di lima wilayah di Timur Tengah. Dalam usahanya, lembaga ini telah menjadi tumpuan harapan bagi banyak orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik berkepanjangan.
Namun, pada tahap ini, Parlemen Israel telah menyusun rancangan undang-undang yang bertujuan untuk mengusir UNRWA dari area yang berada di bawah kendali Israel. Selain itu, undang-undang tersebut juga berupaya untuk mencabut hak istimewa dan imunitas yang dimiliki oleh badan PBB tersebut, yang tentunya dapat berimplikasi besar bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Dengan demikian, Guterres mengingatkan bahwa situasi ini dapat berdampak parah bagi jutaan orang yang bergantung pada UNRWA dan berisiko menciptakan lebih banyak penderitaan di kawasan yang sudah mengalami banyak kesulitan.
ANTARA
PBB Peringatkan Dampak Buruk Pengusiran UNRWA oleh Israel
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Pemerintah Salurkan Kredit Rp53 Triliun kepada 2,1 Juta Debitur
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Komentar (0)
Memuat komentar…







