JAKARTA –
**Borneonews - Teheran**, Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington tidak sedang mencari konfrontasi dengan Republik Islam Iran. Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Pentagon, pejabat tersebut enggan memberikan komentar terkait potensi agresi yang mungkin dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Iran. Sabrina Singh, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Israel mengenai respons yang akan diambil pasca peluncuran operasi rudal Iran. Namun, dia tidak mengungkapkan rincian spesifik terkait rencana Israel. Komunikasi antara pejabat AS dan Israel tetap terjaga guna menangani respons yang mungkin timbul akibat situasi yang berkembang. Meskipun demikian, Singh menegaskan dukungan Amerika Serikat terhadap langkah-langkah pertahanan yang diambil oleh Israel. Ia menyatakan bahwa, "Amerika Serikat mendukung hak Israel untuk membela diri dari ancaman yang ada." Kegiatan militer Iran, khususnya peluncuran operasi rudal yang dikenal sebagai *Wadeh Sadeq II* atau *True Promise II*, mengincar target-target yang terkait dengan rezim Zionis di Palestina. Operasi ini dilaksanakan atas restu dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebagai respons atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh rezim Zionis di wilayah Palestina dan Lebanon, termasuk peristiwa pembunuhan yang menimpa seorang komandan perlawanan dan seorang jenderal Iran. Respon Israel terhadap aksi ini menunjukkan ketidakpastian dan kekhawatiran akan kekuatan intelijen serta kemampuan militer yang dimiliki oleh Iran. Sebagai hasilnya, Israel mengeluarkan peringatan akan potensi serangan balasan terhadap Iran. Iran sendiri berkali-kali menegaskan bahwa mereka tidak mencari peperangan. Namun, mereka telah memberikan peringatan bahwa apabila Israel melakukan kesalahan dengan menyerang Iran atau kepentingan Iran di kawasan tersebut, mereka akan memberikan respons yang lebih kuat dan tegas. ANTARA