JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, memberikan sinyal untuk kemungkinan penyesuaian anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (*MBG*) yang direncanakan untuk tahun 2025. Saat ini, anggaran yang telah disepakati untuk program tersebut adalah sebesar Rp71 triliun. Namun, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa apabila program MBG berjalan sesuai rencana, diperkirakan akan memerlukan belanja sebesar Rp800 miliar setiap harinya. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa total anggaran yang dibutuhkan bisa melebihi angka Rp71 triliun yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam penjelasannya, Drajad Wibowo menyatakan, "Kami masih berpatokan pada angka Rp71 triliun. Namun, dengan kebebasan yang diberikan kepada Pak Prabowo untuk melakukan perubahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (*APBN*), kami akan mempertimbangkan penyesuaian setelah mendapatkan rincian lebih lengkap mengenai postur anggaran pada tahun 2025." Sikap untuk melakukan penyesuaian ini tidak terlepas dari proyeksi pendapatan negara yang masih dapat berubah. Apabila ada peluang untuk meningkatkan pendapatan, maka kemungkinan anggaran untuk program MBG juga dapat bertambah. Meski demikian, rincian anggaran untuk program ini tetap merujuk pada ketetapan dari Badan Gizi Nasional. Pada kesempatan sebelumnya, Dadan Hindayana juga menyebutkan bahwa ketika program MBG sudah beroperasi sepenuhnya, total pengeluaran yang akan dialokasikan mencapai Rp1,2 triliun per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen, atau setara dengan Rp800 miliar, akan difokuskan untuk belanja program MBG. Anggaran sebesar Rp800 miliar tersebut direncanakan untuk pengadaan bahan baku menu makanan yang berasal dari produk pertanian lokal. Harapan ini diiringi dengan keyakinan bahwa program akan mendorong pergerakan ekonomi yang signifikan di masyarakat. Dalam pelaksanaan program ini, Badan Gizi Nasional juga berencana untuk melibatkan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (*BUMDes*), guna memperkuat perekonomian di tingkat lokal. Program MBG dijadwalkan untuk mulai dilaksanakan pada Januari 2025. Sebelum peluncuran resmi, pada bulan November 2024, Badan Gizi Nasional akan melaksanakan uji coba dengan jangkauan yang lebih luas untuk menguji efektivitasnya. Penentuan peserta untuk uji coba ini akan melibatkan sekolah, dan dalam proses ini, Badan Gizi Nasional akan mendata jumlah ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan informasi yang akurat. Dadan Hindayana menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional akan dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan terpusat. Dana yang dialokasikan oleh negara akan langsung disalurkan kepada satuan pelayanan yang bertanggung jawab dalam menjalankan program tersebut. ANTARA