JAKARTA –
**Borneonews - Aceh Tengah**, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Aceh Tengah untuk mengevaluasi kondisi para korban yang terdampak oleh bencana tanah longsor dan banjir bandang. Kunjungan tersebut berlangsung pada hari Rabu, setelah Suharyanto tiba di Aceh. Setibanya di Aceh, Suharyanto segera berangkat menuju lokasi bencana di Aceh Tengah. Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan bahwa dalam kunjungannya, Suharyanto didampingi beberapa pejabat dari lembaga tersebut. Tujuannya adalah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengenai penanganan bencana ini. Selama kunjungan, Suharyanto tidak hanya ingin memastikan bahwa para korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan, tetapi juga ingin memastikan bahwa proses penyaluran bantuan dan penanganan darurat dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Lokasi bencana terletak di daerah perbukitan, tepatnya di Kampung Ramung Ara dan Arul Gading, yang berada dalam Kecamatan Celala. Bencana ini diperparah oleh hujan deras yang berlangsung lama pada malam hari tanggal 8 Oktober. Data yang diperoleh dari BNPB menunjukkan bahwa satu keluarga yang terdiri dari empat orang harus dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Pada hari Rabu, sekitar pukul 7.30 WIB, dua orang ditemukan dan sesaat setelah itu, petugas gabungan juga menemukan dua anak yang menjadi korban. Menurut laporan dari tim petugas yang berada di lokasi, sejumlah warga Kampung Arul Gading harus mengungsi ke meunasah—suatu lembaga pendidikan Islam tradisional di Aceh—karena rumah mereka tertimbun oleh material longsor. Selain itu, akses utama menuju area tersebut juga mengalami putus. Proses evakuasi dan pengumpulan data mengenai jumlah korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Basarnas, serta aparat dari TNI, Polri, pihak kecamatan dan desa, serta warga setempat yang ikut serta dalam penanganan bencana ini. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan respons terhadap bencana dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban secepat mungkin. ANTARA