SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Atlet para-renang dari Jawa Tengah, Fajar Nur Hadianto, mengungkapkan keyakinannya bahwa Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang berlangsung di Solo dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk pelaksanaan pemusatan pelatihan jangka panjang di setiap daerah. Fajar menjelaskan bahwa pada ajang Peparnas kali ini, tingkat persaingan di antara para atlet semakin ketat, terutama dengan munculnya banyak atlet baru yang berpartisipasi. Pada Rabu, setelah berhasil menyelesaikan pertandingan di kolam renang Intanpari Karanganyar, dia meraih medali emas dalam nomor 50 meter gaya dada putra kategori S5. Menurutnya, pembinaan atlet yang dilakukan sejak dini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi berbagai pertandingan di masa mendatang. Fajar berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk segera menyusun dan melaksanakan program pemusatan pelatihan berjangka panjang. Ia menekankan bahwa atlet baru tidak seharusnya hanya dipersiapkan menjelang kejuaraan. Sebagai tindak lanjut pasca Peparnas XVII, Fajar mengusulkan agar pemerintah daerah segera memulai program pemusatan pelatihan. Fajar juga melihat adanya banyak potensi di kalangan atlet baru yang berkompetisi di Peparnas kali ini, yang diharapkan memiliki kemampuan untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Dalam ajang tersebut, Fajar berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas di nomor 50 meter gaya dada putra kategori S5. Prestasinya turut menyumbang bagi Jawa Tengah dalam cabang olahraga para renang, yang berhasil mengantongi total tiga medali emas, satu medali perak, dan lima medali perunggu. ANTARA