PALEMBANG –
**Borneonews - Ogan Komering Ulu**, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur kereta api guna mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa kelalaian masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Pihaknya menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas di area tersebut. Saat ini, KAI tengah melakukan uji coba untuk meningkatkan kecepatan perjalanan pada Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang atau *Babaranjang*. Uji coba tersebut dilakukan di beberapa segmen, yaitu antara Stasiun Tulung Buyut hingga Stasiun Rejosari dan Stasiun Tanjungkarang hingga Stasiun Tarahan. Kecepatan perjalanan antara Stasiun Tulung Buyut dan Stasiun Rejosari yang sebelumnya 55 km/jam, kini ditingkatkan menjadi 75 km/jam untuk jarak sekitar 107 kilometer. Sementara itu, antara Stasiun Tanjungkarang dan Stasiun Tarahan, dengan jarak 19 km, kecepatan ditingkatkan dari 30 km/jam menjadi 40 km/jam. Azhar Zaki menyatakan bahwa peningkatan kecepatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkutan kereta api di wilayah Divre IV Tanjungkarang. Contohnya, saat ini terdapat 55 perjalanan kereta api setiap harinya di lintas Stasiun Tanjungkarang-Stasiun Tarahan. Dengan kecepatan maksimal yang baru, jumlah perjalanan kereta api di jalur tersebut berpotensi meningkat menjadi 58 perjalanan per hari. Menyusul peningkatan kecepatan yang akan dilakukan, Zaki mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta untuk lebih berhati-hati dan waspada. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api meskipun dengan alasan apa pun. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang selama tahun 2023 di Divre IV Tanjungkarang tercatat mencapai 27 kasus. Kasus-kasus tersebut bervariasi dari luka ringan hingga luka berat dan ada juga yang berakibat fatal. Sementara itu, pada periode Januari hingga September 2024, tercatat 24 kasus kecelakaan, yang mengakibatkan lima orang mengalami luka ringan, 17 luka berat, dan lima korban jiwa. ANTARA