**Borneonews - Sigi, Sulawesi Tengah**, Pemerintah Kabupaten Sigi, yang terletak di Sulawesi Tengah, menginformasikan bahwa program Beasiswa Pendidikan Sigi Masagena untuk studi di Universitas Al-Ahgaff di Yaman telah berlangsung selama tiga tahun, dimulai sejak tahun 2022.
Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sigi dan Universitas Al-Ahgaff yang berlokasi di Hadramaut, Yaman. Kerja sama ini diambil berdasarkan alasan historis, karena Yaman adalah tempat kelahiran Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, yang dikenal sebagai Guru Tua.
Program beasiswa ini ditujukan bagi anak-anak yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di wilayah tersebut. Mulai tahun 2022, program ini beroperasi dengan kuota awal sebanyak 10 calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, hanya empat dari mereka yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut.
Pada tahun berikutnya, Angkatan II 2023, kuota beasiswa meningkat menjadi 15 orang dan sebanyak 14 orang berhasil diterima setelah melalui proses seleksi. Untuk Angkatan III yang dilaksanakan tahun ini, jumlah kuota kembali meningkat menjadi 20 orang, dan sebanyak 16 orang berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka di Universitas Al-Ahgaff Yaman.
Irwan juga mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan program beasiswa ini hingga tahun 2025 dengan mengirimkan total 34 orang. Terdapat 30 kuota untuk tahun 2025 dan empat kuota tambahan bagi mereka yang belum berhasil pada tahun 2024.
Secara keseluruhan, program beasiswa Sigi Masagena telah mengantarkan sebanyak 34 anak tidak mampu dari Kabupaten Sigi untuk menuntut ilmu di Yaman. Bupati Irwan berpesan agar semua penerima beasiswa dapat berkomitmen penuh dalam menempuh pendidikan mereka di Universitas Al-Ahgaff.
Ia mengharapkan agar program beasiswa ini terus dilanjutkan oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat terus mendapatkan manfaatnya. Menurutnya, selain pembangunan fisik, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama demi meningkatkan kualitas masa depan Kabupaten Sigi.
Lebih lanjut, Irwan menyatakan bahwa beasiswa pendidikan ini juga merupakan langkah nyata dari pemerintah daerah dalam upaya mempromosikan moderasi beragama serta mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme. Program Sigi Religi dan Masagena diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan ruang moderasi beragama.
Sigi Religi dan Masagena merupakan program yang diharapkan dapat membantu menghindarkan anak muda dan masyarakat dari pengaruh radikalisme dan terorisme. Anak-anak yang berangkat ke Yaman diharapkan mendapatkan pemahaman Islam yang sesuai dengan Ahlussunnah Wa Jamaah, sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Guru Tua.
Setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Yaman, mereka diharapkan dapat membawa ilmu tersebut kembali ke Kabupaten Sigi dan mengajar di pesantren untuk membagikan pengetahuan serta mencegah masuknya ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan, tutupnya.
ANTARA
Program Beasiswa Pendidikan Sigi Masagena untuk Warga Tidak Mampu
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







