MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya untuk memberdayakan perempuan agar dapat berperan aktif sebagai penggerak perubahan. Upaya ini tidak hanya penting di dalam lingkungan keluarga, tetapi juga sangat relevan dalam konteks pemerintahan. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Sulbar, Khaeruddin Anas, perempuan memiliki potensi yang besar untuk menjadi motor penggerak perubahan melalui pendidikan karakter dan integritas. Hal ini disampaikannya saat mewakili Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, pada kegiatan bimbingan teknis mengenai peran perempuan dalam upaya pencegahan korupsi. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (*KPK*). Bimbingan teknis yang memiliki tema "Peran Perempuan Dalam Membangun Nilai-Nilai Integritas Melawan Korupsi" diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulbar dengan tujuan untuk meningkatkan peran strategis perempuan dalam mencegah dan memberantas praktik korupsi di masyarakat. Khaeruddin Anas mengungkapkan bahwa kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari penjabat gubernur, mengingat pentingnya peran perempuan dalam membangun budaya anti-korupsi. "Setiap individu harus aktif berkontribusi dalam menciptakan budaya yang menolak korupsi, dan peran perempuan sangat krusial dalam hal ini," kata Khaeruddin Anas menegaskan. Sementara itu, Rini Lukita Sari, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di BKD Provinsi Sulbar, menjelaskan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan dalam melawan korupsi. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peranan yang sangat penting di dalam masyarakat, khususnya dalam hal membangun integritas, yang dimulai dari pendidikan karakter dalam keluarga. Rini juga menegaskan bahwa BKD berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai-nilai integritas di kalangan ASN, dengan harapan dapat menciptakan aparatur yang profesional dan bebas dari korupsi. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat dari KPK, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, menggarisbawahi pentingnya membangun karakter sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi. Ia menyampaikan bahwa korupsi bukan hanya merupakan masalah sistem, melainkan juga terkait dengan karakter individu. Kumbul Kusdwidjanto menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan lingkungan bersih dan penuh integritas. Dari lingkup keluarga, perempuan dapat menanamkan nilai-nilai kejujuran dan semangat anti-korupsi kepada anak-anak mereka. “Di tingkat yang lebih luas, perempuan yang bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta dapat menjadi panutan dan agen perubahan untuk menjaga prinsip-prinsip integritas,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa KPK berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada semua elemen masyarakat, termasuk perempuan, agar tetap aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. ANTARA