JAKARTA –
**Borneonews - Vientiane, Laos**, Thailand berencana untuk mengadakan pertemuan konsultasi informal antara negara-negara anggota ASEAN pada bulan Desember 2024. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membahas langkah-langkah penyelesaian krisis yang melanda Myanmar. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikondet Phalangkun. Menurut Phalangkun, pertemuan tersebut akan melibatkan para pemimpin ASEAN dari masa lalu, saat ini, dan yang akan datang, termasuk Indonesia, Laos, dan Malaysia. Selain itu, negara-negara ASEAN lainnya yang berminat untuk berpartisipasi juga diundang, serta perwakilan khusus yang pernah melakukan pembicaraan dengan pihak kepemimpinan Myanmar. Hal ini disampaikan Phalangkun dalam konferensi pers setelah berlangsungnya pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Laos pada hari Selasa. Ia juga menjelaskan bahwa tanggal pasti untuk pelaksanaan konsultasi informal tersebut masih dalam proses penentuan. Laos, yang akan menjabat sebagai ketua ASEAN pada tahun 2024, ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam mengatur pelaksanaan konsultasi ini. Sejak kudeta yang terjadi pada Februari 2021, di mana militer mengambil alih kekuasaan di Myanmar dengan menggunakan mekanisme konstitusi dalam keadaan darurat, situasi di negara tersebut semakin kritis. Militer berhasil menangkap sejumlah pejabat pemerintah sipil dengan tuduhan manipulasi pemilu, dan otomatis membentuk pemerintahan baru. Kudeta ini memicu gelombang kerusuhan sipil yang signifikan, yang direspon dengan perlawanan bersenjata di berbagai wilayah. Di tengah ketidakstabilan ini, oposisi di Myanmar telah mendirikan pemerintahan alternatif yang dikenal sebagai pemerintahan persatuan nasional. Pemerintahan ini terdiri dari mantan anggota Liga Nasional untuk Demokrasi yang digulingkan, beserta perwakilan dari kekuatan politik etnis, yang semuanya menyerukan untuk melakukan perlawanan aktif terhadap pemerintah militer yang ada saat ini. ANTARA