**Borneonews - Banda Aceh**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru saja memperkenalkan panduan teknis terkait pembentukan dan pengembangan rumah ibadah yang tangguh terhadap bencana. Peluncuran yang dilakukan di Banda Aceh ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana, serta untuk meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, menyampaikan harapannya bahwa panduan ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi berbagai ancaman bencana. Dalam sambutannya, Prasinta menjelaskan bahwa panduan teknis tersebut telah disusun dengan keterlibatan berbagai elemen, termasuk Islamic Relief Indonesia, Kementerian Agama, akademisi, praktisi, serta organisasi-organisasi keagamaan dan kemanusiaan.
Prasinta menekankan bahwa rumah ibadah memiliki posisi yang sangat penting dalam masyarakat. Selain digunakan untuk kegiatan ibadah, rumah ibadah juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan tempat pengungsian ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, ketahanan rumah ibadah terhadap bencana harus ditingkatkan agar tidak hanya melindungi jamaah, tetapi juga berperan aktif dalam memberdayakan komunitas untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul.
Ia menambahkan bahwa ketahanan rumah ibadah tidak hanya terletak pada aspek fisiknya, tetapi juga mencakup pendidikan dan pemahaman jamaah tentang langkah-langkah penyelamatan saat terjadi bencana. Hal ini penting agar masyarakat mampu melindungi diri mereka secara mandiri dalam menghadapi bencana.
"Dampak dari risiko bencana, seperti keruntuhan bangunan, harus kita antisipasi," tegas Prasinta. BNPB juga berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara bertahap untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang cukup mengenai risiko dan cara penyelamatan.
Dalam panduan ini, BNPB bertujuan untuk memberikan pendekatan berbasis budaya dan agama yang sesuai dengan karakteristik rumah ibadah, sekaligus memperkuat koordinasi antar berbagai pihak dalam menghadapi risiko bencana secara efektif dan berkualitas.
Prasinta juga berharap agar panduan ini dapat memberikan inspirasi bagi pemimpin agama dan masyarakat untuk terus berkolaborasi demi meminimalisir ancaman bencana. "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam penyusunan panduan ini, yang merupakan langkah konkret menuju penguatan masyarakat yang tangguh terhadap bencana," tutup Prasinta Dewi.
ANTARA
Panduan Rumah Ibadah Tangguh Bencana untuk Kesiapsiagaan Masyarakat
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Komentar (0)
Memuat komentar…







