BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya meningkatkan sosialisasi mengenai penggunaan kotak nasi yang ramah lingkungan di kalangan masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat mencegah terjadinya keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri *Salmonella* yang dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Dalam penjelasannya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, dr. Frida Layla Yahya, mengungkapkan bahwa beberapa kasus keracunan massal terjadi di dua kecamatan. Keracunan ini diduga berasal dari makanan atau air yang telah terkontaminasi, yang berpotensi menjadi sarang bakteri berbahaya. "Makanan yang kurang bersih, atau air yang diambil dari bak penampungan yang tidak terawat dan jarang dikuras, dapat mengandung banyak kuman atau bakteri. Selain itu, bahan makanan yang tidak dicuci dengan bersih juga berkontribusi terhadap masalah ini," tegasnya. Dinkes Cianjur menyadari bahwa keracunan massal biasanya meningkat pada saat warga menggelar kegiatan keagamaan, termasuk acara tahlilan. Oleh karena itu, mereka melakukan penelusuran mengenai kelayakan sumber air, terutama air isi ulang yang beredar di banyak tempat, mengingat masih banyak di antaranya yang belum terverifikasi atau bersertifikat. Menjelang perayaan hari-hari besar Islam, Dinas Kesehatan rutin melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan dalam kondisi yang layak konsumsi dan telah dimasak sesuai dengan pedoman. Di samping itu, mereka juga menekankan pentingnya penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan demi mengurangi dampak negatif dari plastik. "Kami terus-menerus mengingatkan masyarakat melalui tenaga kesehatan di puskesmas agar tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus nasi dan lauk pada setiap acara besar, termasuk tahlilan," tutur dr. Frida. Dalam insiden terbaru, sebanyak 77 warga di dua desa, Gunungsari dan Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, mengalami keracunan setelah menyantap nasi kotak yang didistribusikan oleh seorang warga. Diduga penyebabnya adalah kontaminasi bakteri *Salmonella* pada makanan tersebut. Puluhan warga yang mendapatkan perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit telah pulang ke rumah, namun mereka tetap dalam pengawasan dari tenaga kesehatan di Puskesmas Ciranjang. "Berdasarkan gejala yang muncul dan waktu kejadian, biasanya keracunan disebabkan oleh bakteri *Salmonella* dalam makanan. Namun, penyebab pasti akan ditentukan setelah keluarnya hasil dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat," tambahnya. ANTARA