**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perkebunan (Disbun Kaltim) mengambil langkah strategis untuk memperluas budidaya kakao di tiga kabupaten. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak produksi kakao yang berasal dari perkebunan rakyat serta meningkatkan pendapatan petani di daerah tersebut.
Menurut kepala Disbun Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, program perluasan kebun kakao milik masyarakat ini ditargetkan untuk dilaksanakan pada 2024 di tiga daerah, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat. Setiap kabupaten akan memperluas atau melakukan ekstensifikasi kebun kakao seluas 15 hektare. Dalam rangka mendukung program tersebut, Disbun Kaltim juga menyediakan bantuan yang mencakup 15.000 batang bibit kakao, 200 kg pupuk, serta 75 liter herbisida untuk masing-masing kabupaten.
Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap tingginya permintaan kakao di pasar, yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi berdasarkan luas lahan dan panen yang ada di Kaltim. Oleh karena itu, peningkatan produksi melalui ekstensifikasi kebun dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menjawab tantangan ini.
Data dari Disbun Kaltim menunjukkan bahwa luas area tanam kakao di Kaltim pada tahun 2020 mencapai 6.883 hektare, dengan produksi biji kakao kering sebanyak 2.537 ton. Pada tahun 2023, telah dilakukan penambahan seluas 150 hektare untuk kebun kakao, dan di tahun ini, kebun kakao kembali diperluas.
Sebagian besar tanaman kakao di Kaltim merupakan tanaman perkebunan milik rakyat. Oleh karena itu, Disbun Kaltim secara rutin melakukan upaya untuk memotivasi, membantu, dan mendampingi para petani kakao dalam meningkatkan baik produksi maupun produktivitas mereka.
Produksi biji kakao kering yang dihasilkan oleh Kaltim, yang memiliki kualitas *unfermented*, dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, sebelum diekspor ke Amerika Serikat. Sementara itu, kakao dari wilayah utara Kaltim, khususnya Berau, sebagian besar dipasarkan ke Sabah, Malaysia.
Rizal juga menyampaikan bahwa penyerahan bantuan bibit kakao, pupuk, dan herbisida telah dilaksanakan dua hari yang lalu di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya untuk kelompok tani di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu. Penyerahan bantuan ini merupakan langkah konkret untuk mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas perkebunan dan perekonomian daerah. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Rizal.
ANTARA
Pemerintah Kaltim Perluas Tanaman Kakao untuk Tingkatkan Pendapatan Petani
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Komentar (0)
Memuat komentar…







