PALANGKARAYA –
**Borneonews - Kuala Kapuas**, Pemerintah Kabupaten Kapuas yang terletak di Kalimantan Tengah baru-baru ini mengadakan pembicaraan mengenai pengembangan *Shrimp Estate* serta penetapan lokasi yang akan digunakan sebagai lahan budidaya udang di wilayah Kecamatan Kapuas Kuala. Penjabat Bupati Kapuas, Darliansjah, mengungkapkan bahwa program ini merupakan inisiatif baru dari Gubernur Kalimantan Tengah yang bertujuan untuk menciptakan sumber kekuatan ekonomi alternatif bagi kawasan pesisir. Program ini berawal dari Kabupaten Sukamara dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kapuas. Dalam proses perencanaan ini, Darliansjah mencatat ada beberapa isu penting yang perlu diperhatikan. Salah satu aspek yang krusial adalah status lahan yang akan digunakan serta dukungan infrastruktur yang diperlukan. Hal ini akan mempengaruhi kelancaran penerapan proyek *Shrimp Estate* tersebut. Ia juga mendorong agar semua pihak yang terlibat mengerjakan survey menggunakan teknologi *drone* untuk mendapatkan data yang akurat. Setelah itu, mereka diharapkan dapat menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang memadai, sehingga dapat dibandingkan dengan pengeluaran untuk infrastruktur yang diperlukan jika memilih lokasi di Desa Palampai. Selain itu, mereka juga perlu mempertimbangkan berapa besar dana yang akan dikeluarkan jika alternatifnya adalah Desa Cemara Labat di Kecamatan Kapuas Kuala. Darliansjah menekankan pentingnya pengumpulan data dan informasi yang baik dari semua pihak terkait. Ia berharap data dan informasi tersebut nantinya dapat disusun dengan rapi dan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah dalam konteks teknis, termasuk dukungan infrastruktur dan aspek lainnya yang relevan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pengembangan *Shrimp Estate* dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat. ANTARA