**Borneonews - Solo**, Atlet para angkat berat asal Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hidayat, telah mencatat prestasi gemilang dengan memecahkan rekor dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) yang menjadi penyelenggaraan terakhirnya. Keberhasilan ini diraih di ajang Peparnas XVII yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah.
Dalam wawancara setelah pertandingan final kategori angkatan terbaik di kelas 54,1-59 kg, Ahmad mengungkapkan keterkejutannya. Ia menyatakan bahwa persaingan pada perlombaan kali ini sangat berbeda dibandingkan dengan pengalaman pada lima Peparnas sebelumnya. "Ini adalah perlombaan terakhir saya yang sangat mengejutkan. Persaingan kali ini ketat, saya merasa tidak ada atlet lain yang bisa mendekati performa saya. Kami memulai jauh dan langsung meraih juara," ungkapnya.
Dalam kompetisi ini, Ahmad berhasil mengangkat beban seberat 158 kg, mengungguli rekor sebelumnya yang ditetapkan pada angka 142 kg. Ia juga menceritakan perjalanan kompetisinya, di mana pada saat itu ia sempat mengalami cedera. "Sebelumnya saya pernah mengangkat 142 kg, tetapi karena cedera, saya ragu. Kini, ini adalah keinginan saya untuk memenangkan Peparnas terakhir selama lima kali, dan saya telah berhasil memecahkan rekor itu," tambahnya.
Sebelum menghadapi Peparnas kali ini, Ahmad mengaku sempat merasa cemas, mengingat cedera yang masih membekas. "Sejak Peparnas di Papua, cedera saya belum sepenuhnya pulih, sehingga saya merasa takut untuk kembali. Namun, berkat dukungan keluarga dan istri, saya akhirnya dapat mencapai harapan saya," katanya.
Mengenai persiapannya, Ahmad menjelaskan bahwa ia telah melakukan latihan intensif selama tiga bulan terakhir. "Saya berlatih keras, alhamdulillah pelatih memberikan dukungan penuh dan suasana tim berjalan dengan kondusif," jelasnya.
Ahmad juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Peparnas kali ini. Ia menilai banyaknya capaian positif yang diperoleh. "Peparnas kali ini sangat mengejutkan dan menarik, banyak atlet baru yang bermunculan dengan kualitas yang sangat baik. Olahraga angkat berat kini semakin dikenal dan tidak seperti dulu," ujarnya.
Pelaksanaan regenerasi dalam olahraga ini juga membuatnya optimis. Ahmad merasa senang dengan banyaknya atlet baru yang muncul. "Regenerasi semakin banyak dan pembinaan berjalan dengan baik. Dulu, jumlah atlet *power lifting* difabel sangat terbatas, tetapi kini, dengan pembinaan yang baik, peminatnya semakin banyak," tutupnya.
ANTARA
Atlet Jabar Ahmad Hidayat Pecahkan Rekor di Peparnas XVII Solo
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bobon Santoso Hubungi Seskab Teddy, Bantuan Presiden untuk Korban Asap Karhutla Palangka Raya Disiapkan
Terekam CCTV Membobol Warung di Kuala Kapuas, Barang Curian Dikembalikan
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Boccia Rebut Emas ke-15 Bagi Kontingen Indonesia
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Komentar (0)
Memuat komentar…







