**Borneonews - Pontianak**, Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson, menekankan signifikansi kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani isu-isu kesejahteraan sosial.
Dalam pernyataannya saat membuka workshop mengenai manajemen administrasi untuk organisasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Windy menjelaskan, "BK3S berfungsi sebagai wadah untuk mengoordinasikan berbagai organisasi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Tugas utama kami adalah memantau, menegaskan, dan mengembangkan upaya kesejahteraan sosial di wilayah ini."
Lebih jauh, ia mengemukakan bahwa BK3S juga bertanggung jawab dalam menyusun laporan wilayah yang akan menjadi masukan bagi gubernur dalam merumuskan kebijakan terkait kesejahteraan sosial. "BK3S memainkan peran strategis dalam merancang kebijakan bersama Dinas Sosial untuk mengatasi berbagai masalah dalam bidang kesejahteraan sosial yang belum ditangani secara optimal oleh pemerintah," tambahnya.
Windy menekankan bahwa pemerintah tidak dapat sendiri dalam menangani semua tantangan kesejahteraan sosial. Berdasarkan penilaian tersebut, sinergi antara pemerintah dan pihak-pihak terkait, termasuk BK3S, menjadi sangat penting dalam menyelesaikan berbagai isu di Kalimantan Barat. "Kami dari BK3S akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mengatasi permasalahan ini," ujarnya.
Workshop yang diselenggarakan merupakan langkah konkret BK3S dalam memberikan bekal bagi organisasi LKS dan LKSA mengenai tata kelola manajemen yang baik. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar organisasi sosial tersebut dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung upaya pemerintah.
"Dalam workshop ini, kami menghadirkan narasumber yang berkompeten agar para peserta memperoleh pemahaman yang mendalam untuk mengelola organisasi dengan baik, mulai dari aspek manajemen, kepemimpinan, hingga kontrol pelaksanaan program. Kami berharap peserta dapat menyerap dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam organisasi masing-masing," ungkap Windy.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia membagikan pengetahuan mereka selama workshop. Menurut Windy, kontribusi dari narasumber dalam mengedukasi mengenai tata kelola organisasi sosial merupakan bagian dari upaya amal yang memiliki dampak jangka panjang.
"Terima kasih kepada semua narasumber yang telah berbagi ilmu. Semoga pengetahuan ini bisa menjadi amal jariah, karena jika upaya kita berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, rasanya dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat sepanjang hidup mereka," tutup Windy.
Dengan diselenggarakannya workshop ini, BK3S Kalimantan Barat berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi sosial dalam upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di provinsi tersebut.
ANTARA
Kolaborasi BK3S dan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Sosial
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Komentar (0)
Memuat komentar…







