**Borneonews - Jakarta**, Pelayaran KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 ke negara-negara di kawasan Pasifik Selatan adalah sebuah langkah strategis yang diambil oleh TNI Angkatan Laut Republik Indonesia. Pelayaran ini bertujuan untuk menguji kemampuan operasional dari kapal yang diproduksi oleh galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia.
Pelepasan misi muhibah dan diplomasi oleh Satgas Port Visit Pasifik di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, berlangsung meriah. Panglima Komando Armada RI TNI AL, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menekankan bahwa ini adalah kali pertama KRI WSH-991 melakukan pelayaran panjang selama 48 hari yang melibatkan kunjungan ke beberapa negara, yaitu Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini.
Dalam kesempatan tersebut, Denih menyampaikan pentingnya pengujian terhadap kapal bantu rumah sakit ini. Ia mengatakan, "Kami mencoba menguji kemampuan dari kapal bantu *rumah sakit* ini untuk berlayar ke beberapa lokasi, sekaligus menguji kompetensi tenaga medis yang turut serta. Ini tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua." Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Pangkoarmada III, Pangkolinlamil, dan Komandan Korps Marinir TNI AL.
Satgas Port Visit Pasifik, yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbianto, telah memulai perjalanan dari Jakarta dan akan mengikuti rute menuju Sorong, lalu menuju Solomon, Fiji, Vanuatu, Papua Nugini, sebelum akhirnya kembali lagi ke markas di Sorong, Papua Barat Daya. Denih menambahkan bahwa meskipun TNI AL telah melakukan misi ke Papua Nugini sebelumnya, pelayaran ke empat negara Pasifik dalam satu misi ini adalah yang pertama.
Kapal yang berlayar membawa sesuai 177 personel, terbagi atas 141 awak kapal dan 36 anggota tim yang terdiri dari penyelam, pasukan keamanan, dokter spesialis, dokter umum, serta pelajar dari Papua dan perwira penerangan dari Dinas Penerangan TNI AL. Di dalam kapal, juga terdapat paket bantuan obat-obatan yang disiapkan untuk disalurkan kepada setiap negara yang dikunjungi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyediakan obatan-obatan ini untuk berbagai keperluan kesehatan.
Bantuan kesehatan yang dibawa oleh TNI AL ke negara-negara tersebut mencerminkan itikad baik Indonesia. Denih menjelaskan bahwa, Saat kita mengunjungi negara lain, kami ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan."
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 merupakan hasil produksi PT PAL Indonesia, dengan membangun kapal ini dimulai sejak 2019 dan rampung pada awal 2021. Kapal ini memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, dan berat 7.290 ton, serta mampu berlayar selama 30 hari dengan jangkauan mencapai 10.000 mil laut.
Dengan kapasitas untuk memberikan layanan kesehatan setara RS tipe C, KRI WSH-991 dapat menampung lebih dari 150 pasien. Layanan kesehatan yang dapat diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata dan gigi, ruang operasi, unit gawat darurat, rawat inap, serta fasilitas radiologi. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan TNI AL dalam mengoperasikan kapal-kapal modern, tetapi juga mendemonstrasikan komitmen Indonesia terhadap bantuan kemanusiaan di tingkat internasional.
ANTARA
Pelayaran KRI WSH-991 di Pasifik, Uji Kapal dan Diplomasi Kemanusiaan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







