MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengumumkan bahwa pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) dalam rekrutmen 2024 akan diadakan pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2024. Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, menjelaskan bahwa lokasi tes SKD akan bertempat di Asrama Haji Loang Baloq, yang terletak di Kecamatan Sekarbela. Penentuan lokasi tersebut telah ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan pelaksanaan ujian ini juga akan diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota lainnya di Nusa Tenggara Barat. "Selain dari Kota Mataram, ada juga peserta dari Pulau Sumbawa, namun ada kelompok yang melaksanakan tes secara mandiri. Untuk ujian terpusat, BKN hanya akan menyediakan fasilitas di Asrama Haji," ujar Taufik. Dia menambahkan bahwa jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi di Kota Mataram mencapai 1.908 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 13 pelamar yang sudah memiliki nilai SKD yang memenuhi ambang batas (passing grade) dari seleksi CPNS di tahun-tahun sebelumnya. Sesuai ketentuan yang berlaku, pelamar-pelamar ini tidak perlu mengikuti tes SKD dan akan langsung melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). "Sehingga, jumlah peserta yang akan mengikuti tes SKD untuk rekrutmen CPNS tahun 2024 di Kota Mataram adalah 1.895 orang, sementara 13 orang yang memanfaatkan nilai SKD yang telah ada akan mengikuti SKB," terang Taufik. Pelaksanaan tes SKD dengan metode *computer assisted test* (CAT) memungkinkan untuk berlangsung selama dua hari dengan kondisi yang cukup optimal. Taufik menjelaskan, BKN sebagai penyelenggara akan menyediakan 400 unit komputer di Asrama Haji. Dengan pengaturan satu sesi diisi oleh 400 orang, maka jika dalam satu hari terdapat tiga sesi, akan dapat menjangkau hingga 1.200 peserta per hari. "Oleh karena itu, mudah untuk menyelesaikan tes dalam waktu dua hari," jelasnya. Tahun ini, Pemerintah Kota Mataram memperoleh alokasi untuk 93 formasi dalam rekrutmen CPNS, termasuk di dalamnya 13 formasi untuk tenaga kesehatan dan 80 formasi untuk tenaga teknis. Namun, jumlah formasi tersebut kini berkurang menjadi 91 formasi karena dua formasi tidak ada pelamar. Formasi yang dimaksud adalah satu untuk dokter spesialis dermatologi dan venereologi serta satu formasi penata kelola layanan kesehatan yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. ANTARA