**Borneonews - Padang**, DPRD Provinsi Sumatera Barat mengingatkan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak boleh terlena setelah berhasil melepaskan diri dari status sebagai daerah tertinggal. Hal ini sejalan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 490 Tahun 2024.
Dalam pernyataannya, anggota DPRD Provinsi Sumbar, Albert Hendra Lukman, menekankan pentingnya penghargaan atas pencapaian tersebut. Di balik pencapaian ini, ia mengingatkan bahwa berbagai indikator seperti indeks pembangunan manusia, angka kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur masih memerlukan perhatian serius di Mentawai.
Albert juga menegaskan bahwa pencabutan status tertinggal tidak mengindikasikan bahwa perhatian dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi terhadap Kabupaten Kepulauan Mentawai dapat dihentikan. Sebaliknya, dukungan terus-menerus dari pemerintah diharapkan dapat memperkuat aspek ekonomi, sosial, budaya, dan berbagai sektor lainnya di wilayah tersebut.
Dukungan terhadap Mentawai sangat penting untuk memastikan adanya perbaikan pada indeks pembangunan manusia, pengurangan angka kemiskinan, serta peningkatan infrastruktur dan kualitas layanan kesehatan. Menurut Albert, perhatian terhadap Mentawai perlu ditingkatkan, mengingat tantangan geografis dan budaya yang ada di wilayah tersebut.
Meskipun begitu, Albert mengakui ada keterbatasan anggaran dari provinsi maupun pusat yang perlu diatasi untuk mempercepat berbagai aspek pembangunan di daerah Kepulauan Mentawai. Ia juga menekankan bahwa meskipun telah lepas dari label daerah tertinggal, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. DPRD pun mengingatkan Kementerian terkait agar tak lengah.
Dari sisi positif, DPRD Sumbar mengajak semua pihak untuk memandang pencapaian ini sebagai awal baru bagi Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang dimekarkan pada 4 Oktober 1999, untuk mencapai kemajuan yang lebih signifikan.
Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan lima hingga tujuh tahun lalu, banyak kemajuan telah dicapai dalam hal infrastruktur. Hal ini berkat upaya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah di Bumi Sikerei. Contohnya adalah pembangunan jalan *Trans Mentawai*, yang menghubungkan berbagai daerah di kepulauan tersebut.
ANTARA
DPRD Sumbar Ingatkan Mentawai Terus Tingkatkan Pembangunan
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







